TODAY'S RECAP
Syahwat Pungli di Jawa Timur: Digitalisasi Perijinan Gagal Jinakkan Korupsi BirokrasiJK Klarifikasi Lima Pernyataan Kontroversial dari Ceramah hingga Ijazah JokowiBeli Gas Melon Rp 22.000, Jual Rp 180.000, Pengoplos LPG di Banyuwangi Akhirnya KetangkapDexlite Tembus Rp 23.600 per Liter, Ini Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBUTanah Warisan Terancam Disita Bank, Mbah Kibar Pilih Melukis Daripada MengemisSyahwat Pungli di Jawa Timur: Digitalisasi Perijinan Gagal Jinakkan Korupsi BirokrasiJK Klarifikasi Lima Pernyataan Kontroversial dari Ceramah hingga Ijazah JokowiBeli Gas Melon Rp 22.000, Jual Rp 180.000, Pengoplos LPG di Banyuwangi Akhirnya KetangkapDexlite Tembus Rp 23.600 per Liter, Ini Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBUTanah Warisan Terancam Disita Bank, Mbah Kibar Pilih Melukis Daripada MengemisSyahwat Pungli di Jawa Timur: Digitalisasi Perijinan Gagal Jinakkan Korupsi BirokrasiJK Klarifikasi Lima Pernyataan Kontroversial dari Ceramah hingga Ijazah JokowiBeli Gas Melon Rp 22.000, Jual Rp 180.000, Pengoplos LPG di Banyuwangi Akhirnya KetangkapDexlite Tembus Rp 23.600 per Liter, Ini Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBUTanah Warisan Terancam Disita Bank, Mbah Kibar Pilih Melukis Daripada MengemisSyahwat Pungli di Jawa Timur: Digitalisasi Perijinan Gagal Jinakkan Korupsi BirokrasiJK Klarifikasi Lima Pernyataan Kontroversial dari Ceramah hingga Ijazah JokowiBeli Gas Melon Rp 22.000, Jual Rp 180.000, Pengoplos LPG di Banyuwangi Akhirnya KetangkapDexlite Tembus Rp 23.600 per Liter, Ini Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBUTanah Warisan Terancam Disita Bank, Mbah Kibar Pilih Melukis Daripada Mengemis

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

19 April 2026
TODAY'S RECAP

Cari berita

Dexlite Tembus Rp 23.600 per Liter, Ini Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU

Poin Penting (3)
  • Pertamina menaikkan harga Pertamax Turbo menjadi Rp 19.400 per liter, Dexlite Rp 23.600 per liter, dan Pertamina Dex Rp 23.900 per liter mulai 18 April 2026, mengacu pada fluktuasi harga minyak dunia dan kurs rupiah.
  • BP-AKR ikut menaikkan harga BP Ultimate Diesel menjadi Rp 25.560 per liter, sementara Vivo menahan harga dan Shell masih mengalami kekosongan stok di seluruh jaringan SPBU-nya.
  • BBM bersubsidi dan Pertamax RON 92 tidak mengalami perubahan; Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter sesuai arahan pemerintah.

Resolusi.co, Jakarta – Tiga jenis bahan bakar minyak nonsubsidi milik Pertamina resmi naik mulai Sabtu, 18 April 2026. Kenaikan berlaku untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, dengan selisih harga yang cukup besar dibanding bulan sebelumnya.

Di wilayah DKI Jakarta, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp 19.400 per liter, naik Rp 6.300 dari harga awal April yang sebesar Rp 13.100 per liter. Dexlite melonjak lebih tajam, dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter atau naik Rp 9.400. Pertamina Dex mengikuti, dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa kenaikan hanya berlaku untuk tiga jenis BBM nonsubsidi itu.

“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada Kepmen ESDM, dan keputusan penyesuaian harga hanya berlaku pada Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex,” ujar Muhammad Baron.

Sementara Pertamax RON 92 dan Pertamax Green 95 tidak ikut bergerak. Pertamax tetap Rp 12.300 per liter, Pertamax Green 95 masih Rp 12.900 per liter. BBM bersubsidi juga tidak tersentuh, Pertalite bertahan di Rp 10.000 dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang mengatur penetapan harga BBM nonsubsidi berdasarkan pergerakan harga minyak mentah dan kurs rupiah terhadap dolar AS.

“Penyesuaian harga sesuai dengan Permen dan sudah dikoordinasikan, dilaporkan, dan dilakukan pembahasan dengan pemangku kepentingan terkait,” kata Robert Dumatubun.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyebut penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari mekanisme pasar yang mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar.

Kenaikan harga dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, termasuk potensi penutupan Selat Hormuz yang sempat membayangi pasokan energi global.

“Kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar. Namun demikian, kita pasti bisa melewati kondisi ini dengan kerja sama dan dukungan dari masyarakat,” ujar Dwi Anggia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa BBM dengan nilai oktan tinggi seperti RON 98 atau Pertamax Turbo tidak termasuk dalam kategori subsidi, dan umumnya dikonsumsi kalangan dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi, sehingga pergerakan harganya mengikuti dinamika pasar global.

Di luar Pertamina, SPBU BP-AKR turut menaikkan harga. BP Ultimate Diesel naik Rp 10.940 menjadi Rp 25.560 per liter dari sebelumnya Rp 14.620 per liter. Adapun BP 92 tetap Rp 12.390 per liter dan BP Ultimate tetap Rp 12.930 per liter.

Vivo mengambil sikap berbeda. Revvo 92 di SPBU Vivo tidak berubah, tetap Rp 12.390 per liter. Namun SPBU Vivo tidak menjual Revvo 95 maupun Diesel Primus Plus karena stok terbatas, bahkan di banyak gerai tidak tersedia.

Shell justru absen dari perbandingan harga. Manajemen Shell Indonesia menyatakan produk bahan bakar minyak mereka saat ini tidak tersedia, sambil terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai tata laksana yang berlaku.

Yang menarik, kenaikan harga Pertamina berlaku tepat sehari setelah Iran membuka kembali Selat Hormuz. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) langsung terkoreksi 9,47 dolar AS atau turun 10,29 persen menjadi 84,95 dolar per barel, sementara minyak mentah Brent turun 8,52 persen menjadi 90,87 dolar per barel.

Penyesuaian harga yang diumumkan Sabtu itu kemungkinan sudah dikalkulasi sebelum kabar dari Selat Hormuz masuk ke pasar.