JK Klarifikasi Lima Pernyataan Kontroversial dari Ceramah hingga Ijazah Jokowi

- Jusuf Kalla gelar konferensi pers Sabtu (18/4/2026) klarifikasi ceramah soal mati syahid di UGM yang dilaporkan GAMKI dan 19 lembaga Kristen ke Polda Metro Jaya 12 April 2026 atas dugaan penistaan agama, JK bantah tuduhan sebut ceramahnya dipotong hanya satu-dua menit dari konteks lengkap konflik Ambon-Poso yang tewaskan 7.000 orang dalam tiga tahun
- JK tegaskan gunakan kata syahid karena disesuaikan audiens di masjid dengan makna serupa martir dalam tradisi Kristen, buka peluang tempuh jalur hukum terhadap pihak yang dianggap memfitnah meski masih tahap kajian, minta publik lihat konteks utuh tidak terjebak potongan video
- JK ungkap kekesalan terhadap Rismon Sianipar yang tuduh danai kasus ijazah Jokowi Rp5 miliar padahal tidak pernah bertemu atau kenal, singgung perannya usulkan nama Jokowi ke Megawati untuk Pilkada DKI dan jadi wakil presiden karena Megawati minta dampingi Jokowi yang belum berpengalaman, minta Jokowi buka ijazah ke publik akhiri perdebatan dua tahun
, Jakarta – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan jumpa pers untuk merespons berbagai tuduhan yang menimpanya akhir-akhir ini. Dalam kesempatan tersebut, tokoh senior Partai Golkar ini memberikan klarifikasi mengenai ceramahnya yang dianggap menista agama serta komentar tentang polemik ijazah mantan Presiden Jokowi.
Video potongan ceramah JK di kampus UGM memicu reaksi keras dari sejumlah organisasi keagamaan. GAMKI bersama 19 lembaga Kristen lainnya mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan dugaan pelanggaran pasal penistaan agama, dengan nomor registrasi LP/B/2547/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 12 April 2026.
Ketua Umum GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat menjelaskan bahwa laporannya mewakili kepentingan umat Kristen yang merasa dirugikan oleh pernyataan JK.
JK membantah keras tuduhan tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Menurutnya, konten yang viral hanya memotong sebagian kecil dari keseluruhan ceramahnya tentang konflik berlatar belakang agama di Indonesia.
Politisi berpengalaman ini mengatakan bahwa ceramahnya membahas peristiwa kekerasan di Ambon dan Poso sekitar 7.000 orang tewas dalam rentang tiga tahun akibat konflik yang mengatasnamakan agama. Ia menegaskan pemilihan kata syahid karena disesuaikan dengan konteks audiens di lingkungan masjid, dengan makna serupa dengan istilah martir dalam tradisi Kristen.
JK membuka kemungkinan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap memfitnahnya, meski mengaku masih mengkaji langkah tersebut. Ia menyebutkan banyak masyarakat yang berinisiatif melaporkan kasus ini atas namanya.
Dalam kesempatan sama, JK juga mengungkapkan kekesalannya terhadap Rismon Sianipar yang menuduhnya mendanai kasus ijazah Jokowi senilai Rp5 miliar. JK menyebut tidak pernah bertemu atau mengenal Rismon, dan menolak beberapa kali ajakan pertemuan dari Rismon maupun Roy Suryo.
Mantan Wapres ini kemudian mengingatkan jasanya dalam perjalanan karier politik Jokowi. Ia mengklaim dirinya yang mengusulkan nama Jokowi ke Megawati Soekarnoputri untuk maju di Pilkada DKI Jakarta.
“Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya,” tegas JK.
Ia juga menceritakan bahwa Megawati tidak bersedia menandatangani pencalonan Jokowi sebagai presiden jika bukan JK yang menjadi wakilnya. Saat itu, menurut JK, Megawati memintanya membimbing Jokowi karena dinilai paling berpengalaman.
Terkait polemik ijazah yang berkepanjangan, JK meminta Jokowi untuk membuka ijazahnya kepada publik guna mengakhiri perdebatan yang telah berlangsung dua tahun. Ia menyatakan yakin ijazah tersebut asli dan tidak memahami alasan penolakan untuk menunjukkannya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: