Bulog Pastikan Stok Minyakita Aman Secara Nasional, Papua Satu-satunya Wilayah Bermasalah

- Bulog membantah kelangkaan Minyakita dan menyatakan kondisi distribusi secara nasional aman, berdasarkan pemantauan lewat aplikasi yang menunjukkan status hijau di hampir seluruh wilayah.
- Papua menjadi satu-satunya daerah dengan status distribusi bermasalah, dan Bulog menyiapkan percepatan pengiriman dengan dukungan tim khusus ke wilayah tersebut.
- Harga Minyakita per 22 Mei 2026 tercatat Rp15.854 per liter, masih di atas harga eceran tertinggi pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
, Jakarta – Perum Bulog menepis kabar yang menyebut Minyakita sulit ditemukan di pasaran. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pasokan minyak goreng rakyat itu masih terkendali, meski sejumlah pedagang di beberapa daerah melaporkan hambatan distribusi.
Bulog mengandalkan aplikasi Minyakita sebagai alat pemantau kondisi di lapangan. Data dari aplikasi itu diperbarui setiap beberapa jam dan mencerminkan status distribusi secara real-time di seluruh wilayah.
“Di aplikasi Minyakita seluruhnya sudah hijau ya. Bahkan tinggal Papua saja yang masih agak merah. Yang lain sudah warna hijau,” kata Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Papua menjadi satu-satunya wilayah yang masih tercatat berstatus merah. Untuk itu, Bulog menyiapkan percepatan pengiriman ke wilayah tersebut dengan dukungan tim khusus yang membantu mempercepat pendorongan stok.
“Stoknya aman, Alhamdulillah. Dan kita akan lakukan percepatan khususnya ke Papua. Kita mendapat dukungan dari salah satu tim yang membantu untuk pendorongan ke Papua supaya lebih cepat,” ujarnya.
Soal keluhan di DKI Jakarta dan Banten, Rizal tidak menutup mata. Ia menyebut pimpinan wilayah setempat akan ditegur jika hambatan distribusi terbukti masih terjadi di lapangan.
“Kalau masih kurang, nanti kami akan tegur pimpinan wilayah DKI-Banten untuk penyalurannya kenapa masih terhambat,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret mempercepat penyaluran, Bulog menggandeng PD Pasar Jaya dengan menempatkan kios khusus di sejumlah pasar di Jakarta. Setiap pasar di wilayah DKI mendapat satu los kios yang diisi barang Bulog langsung, sehingga rantai distribusi lebih pendek dan masyarakat lebih mudah mengakses produk tersebut. Konsep serupa tengah dikomunikasikan dengan Asosiasi Pasar Indonesia untuk diterapkan di wilayah lain, termasuk kawasan timur Indonesia.
Ada yang menarik dari potret distribusi Minyakita saat ini. Aplikasi menunjukkan hijau, tapi keluhan pedagang tetap ada. Jarak antara data dan pengalaman di pasar itulah yang selalu menjadi titik lemah sistem pemantauan berbasis aplikasi.
Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan mencatat harga Minyakita bergerak fluktuatif dalam sebulan terakhir. Per 22 Mei 2026, harga tercatat Rp15.854 per liter, naik tipis dari Rp15.851 sehari sebelumnya. Angka itu masih berada di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: