TODAY'S RECAP
Inisial 16 Pelaku Pelecehan Seksual FH UI Terungkap, DPR Minta Sanksi DO Tanpa KompromiSetiap Masuk Kelas Mereka Tahu Dilecehkan, Ini Fakta Lengkap Kasus Grup Chat FH UIJatim Dipuji Soal IPM dan Ekonomi, tapi Wamendagri Masih Punya Catatan Serius untuk GubernurBelanja Dapur Makin Berat: Elpiji dan Minyak Goreng Naik Bersamaan di Jatim Pekan IniSaat Malaysia Ketakutan Kehabisan BBM, Indonesia Diam-diam Perkuat Cadangan EnerginyaSumenep Teken MoU dengan Dua Perusahaan Pengolahan Ikan, Incar Pasar EksporInisial 16 Pelaku Pelecehan Seksual FH UI Terungkap, DPR Minta Sanksi DO Tanpa KompromiSetiap Masuk Kelas Mereka Tahu Dilecehkan, Ini Fakta Lengkap Kasus Grup Chat FH UIJatim Dipuji Soal IPM dan Ekonomi, tapi Wamendagri Masih Punya Catatan Serius untuk GubernurBelanja Dapur Makin Berat: Elpiji dan Minyak Goreng Naik Bersamaan di Jatim Pekan IniSaat Malaysia Ketakutan Kehabisan BBM, Indonesia Diam-diam Perkuat Cadangan EnerginyaSumenep Teken MoU dengan Dua Perusahaan Pengolahan Ikan, Incar Pasar EksporInisial 16 Pelaku Pelecehan Seksual FH UI Terungkap, DPR Minta Sanksi DO Tanpa KompromiSetiap Masuk Kelas Mereka Tahu Dilecehkan, Ini Fakta Lengkap Kasus Grup Chat FH UIJatim Dipuji Soal IPM dan Ekonomi, tapi Wamendagri Masih Punya Catatan Serius untuk GubernurBelanja Dapur Makin Berat: Elpiji dan Minyak Goreng Naik Bersamaan di Jatim Pekan IniSaat Malaysia Ketakutan Kehabisan BBM, Indonesia Diam-diam Perkuat Cadangan EnerginyaSumenep Teken MoU dengan Dua Perusahaan Pengolahan Ikan, Incar Pasar EksporInisial 16 Pelaku Pelecehan Seksual FH UI Terungkap, DPR Minta Sanksi DO Tanpa KompromiSetiap Masuk Kelas Mereka Tahu Dilecehkan, Ini Fakta Lengkap Kasus Grup Chat FH UIJatim Dipuji Soal IPM dan Ekonomi, tapi Wamendagri Masih Punya Catatan Serius untuk GubernurBelanja Dapur Makin Berat: Elpiji dan Minyak Goreng Naik Bersamaan di Jatim Pekan IniSaat Malaysia Ketakutan Kehabisan BBM, Indonesia Diam-diam Perkuat Cadangan EnerginyaSumenep Teken MoU dengan Dua Perusahaan Pengolahan Ikan, Incar Pasar Ekspor

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

15 April 2026

Cari berita

Tembus 500 Km, Pertamina Kirim Skid Tank LPG ke Wilayah Terisolasi Sibolga dan Nias

Poin Penting (3)
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut mengirimkan mobil skid tank LPG menembus 500 km ke Sibolga dan Nias, dua wilayah yang terisolasi akibat bencana, untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
  • Total bantuan mencapai 77 MT LPG bulk, ditambah 648 tabung LPG 12 kg dan 5.040 tabung LPG 3 kg, yang didistribusikan melalui jalur alternatif bekerja sama dengan pemda, aparat, dan lembaga kebencanaan.
  • Pertamina menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan energi saat masa darurat, serta siap menambah suplai sesuai kebutuhan dan terus memonitor kondisi lapangan.

Resolusi.co, Sibolga, Dalam situasi darurat akibat bencana yang membuat sejumlah wilayah terisolasi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) kembali bergerak cepat. Melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung, sejumlah mobil tangki pengangkut LPG atau skid tank diberangkatkan pada Senin malam (1/12) menuju Kota Sibolga dan Pulau Nias yang aksesnya terputus.

Pengiriman logistik energi ini menempuh jarak lebih dari 500 kilometer menuju Sibolga sebelum dilanjutkan ke Nias. Mobil-mobil skid tank tersebut membawa pasokan LPG untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang saat ini tengah mengalami keterbatasan energi akibat kondisi terisolasi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk perluasan jangkauan tanggap darurat Pertamina di luar Sumatra Barat.
“Kami memastikan bantuan menjangkau daerah yang benar-benar membutuhkan. Kondisi terisolasi di Sibolga dan Nias membuat pasokan LPG harus dikirim melalui jalur alternatif,” ujar Fahrougi.

Total bantuan yang dikirim mencapai 77 metrik ton LPG dalam bentuk dua unit LPG Bulk berkapasitas 15 MT dan tujuh unit berkapasitas 11 MT. Selain itu, Pertamina juga menyalurkan LPG tabung 12 kg sebanyak 648 unit dan LPG 3 kg sebanyak 5.040 unit.

Fahrougi menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan bertahap melalui rute aman, dengan kerja sama pemerintah daerah, aparat setempat, dan lembaga kebencanaan.
“Di tengah bencana, kebutuhan energi seperti LPG menjadi kebutuhan dasar yang harus tersedia. Karena itu kami memperluas jalur distribusi agar bantuan menjangkau wilayah terdampak, termasuk di luar Sumbar,” katanya.

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab Pertamina dalam menjaga keandalan energi nasional, khususnya pada masa krisis.
“Kami bekerja memastikan distribusi aman dan tepat sasaran. Dukungan berbagai pihak di lapangan sangat membantu kelancaran distribusi,” tegasnya.

Pertamina Patra Niaga Sumbagut menyampaikan bahwa pemantauan di lapangan akan dilakukan secara berkelanjutan dan suplai akan ditambah apabila diperlukan. Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat tetap mendapatkan energi yang aman, terjangkau, dan mudah diakses meski dalam kondisi sulit.

Untuk kebutuhan informasi bantuan energi, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.