TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

14 April 2026

Cari berita

Di Tengah Krisis Energi Global, Prabowo Terbang ke Moskow dan Duduk Empat Mata dengan Putin

Poin Penting (3)
  • Presiden Prabowo bertemu Putin di Kremlin, Moskow, membahas kerja sama energi, antariksa, pertanian, industri, farmasi, militer, dan pendidikan, seiring upaya Indonesia mencari sumber pasokan energi alternatif pengganti minyak Timur Tengah.
  • Putin menyambut positif pertemuan ini dan mencatat perdagangan bilateral Rusia-Indonesia tumbuh 12% tahun lalu, serta menyebut keanggotaan Indonesia di BRICS sebagai pintu peluang kerja sama baru.
  • Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian diplomasi energi Prabowo yang sebelumnya juga menyambangi Jepang dan Korea Selatan, di tengah tekanan krisis BBM akibat konflik AS-Iran yang menutup Selat Hormuz.

Resolusi.co, Moskow – Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow. Pertemuan ini berlangsung di tengah tekanan krisis energi yang menghantam Indonesia menyusul perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang menutup aliran minyak dari kawasan Timur Tengah melalui Selat Hormuz.

Agenda pertemuan mencakup banyak bidang. Energi, antariksa, pertanian, industri, farmasi, hingga kerja sama militer dan pendidikan semuanya masuk dalam daftar yang dibahas kedua pemimpin.

“Hampir semua bidang yang kita sepakati beberapa bulan yang lalu mengalami kemajuan yang pesat. Ada satu dua yang perlu kita percepat, saya akan segera menangani sendiri. Terutama antara hubungan moneter di antara kedua pihak, saya akan mengawasi sendiri,” kata Presiden Prabowo Subianto.

“Kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan, terutama kalau bisa kita terus mempererat kerjasama di bidang ekonomi dan energi,” lanjutnya.

Kunjungan ini bukan yang pertama. Sebelumnya Prabowo juga menjajaki sumber pasokan energi alternatif di Jepang dan Korea Selatan. Rusia menjadi pilihan berikutnya yang dianggap strategis, terutama karena Indonesia perlu pengganti pasokan minyak dan gas dari Timur Tengah, sementara pemerintah bertekad menahan harga BBM agar tidak melonjak di hadapan publik domestik.

Putin, dari sisinya, menyambut kunjungan itu dengan nada yang sama hangatnya. Ia menyebut perdagangan kedua negara tumbuh hingga 12% pada tahun lalu, dan menegaskan Rusia terus berupaya memperluas kemitraan dengan Indonesia, baik melalui jalur pemerintah maupun swasta.

“Antara lain kita bicarakan mengenai di bidang energi, di bidang antariksa, di bidang pertanian, di bidang penghasilan industri, serta di bidang farmasi,” ujar Presiden Vladimir Putin.

“Kami memberikan makna besar untuk mengembangkan kerjasama di bidang militer, antara lain di bidang pendidikan,” tambahnya.

Putin juga menyinggung posisi Indonesia sebagai anggota baru BRICS, yang menurutnya membuka pintu untuk memperluas kerjasama, termasuk dengan kawasan Uni Ekonomi Eurasia.

“Indonesia sudah menjadi anggota BRICS, hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerjasama kita, kalau kita bisa bicara mengenai ini dengan Uni Economy Eurasia,” kata Putin.

Pertemuan ini terjadi pada momen yang tidak biasa. Di hari yang sama, Angkatan Laut AS mulai memberlakukan blokade Selat Hormuz setelah perundingan damai dengan Iran di Islamabad gagal. Kunjungan Prabowo ke Moskow, dengan demikian, bukan sekadar agenda diplomatik rutin. Ini adalah sinyal bahwa Indonesia sedang memetakan ulang ketergantungan energinya di tengah peta geopolitik yang berubah cepat.