Dipuji Prabowo di Depan DPR, PDIP Jawab Santai: Memang Sudah Seharusnya Kami di Sini

- Presiden Prabowo memuji PDIP sebagai satu-satunya partai di parlemen yang berada di luar pemerintahan dan menyebutnya telah berkorban demi menjaga check and balance demokrasi Indonesia.
- PDIP lewat Andreas Hugo Pareira menerima pujian itu dengan tenang, menegaskan posisi di luar pemerintah memang pilihan yang disengaja dan kritik yang mereka sampaikan selalu bermaksud membangun.
- Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut apresiasi Prabowo kepada PDIP dan Megawati bukan sekadar basa-basi, melainkan ungkapan yang keluar dari keyakinan terdalam Presiden.
, Jakarta – Pujian itu datang dari podium tertinggi. Di hadapan lebih dari 400 anggota DPR RI dalam Rapat Paripurna ke-19, Presiden Prabowo Subianto menyebut PDIP telah berjasa bagi demokrasi Indonesia karena konsisten berdiri di luar pemerintahan dan menjalankan fungsi check and balance.
“Saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita,” kata Presiden Prabowo Subianto di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Prabowo juga mengakui ia kerap merasa pilu mendengar kritik-kritik yang dilayangkan partai berlambang banteng tersebut. Meski begitu, ia menegaskan menghormati pilihan PDIP yang tidak bergabung ke barisan koalisi pemerintah.
PDIP tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menerima pujian itu dengan nada yang setara, tanpa euforia berlebihan.
“Ya terima kasih Bapak Presiden memberikan pujian dan memang seharusnya PDI Perjuangan ada di luar pemerintahan,” ujar Andreas Hugo Pareira di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Bagi Andreas, posisi itu bukan sesuatu yang perlu dirayakan, melainkan tanggung jawab yang memang harus dijalankan. Ia menegaskan bahwa kritik yang selama ini disuarakan PDIP bukan semata-mata untuk berseberangan, melainkan untuk memberi perspektif lain yang rasional kepada pemerintah.
“Kritik-kritik itu tentu maksudnya baik, dan selama ini itu yang kami lakukan,” tambahnya.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu menambahkan, meskipun Presiden sesekali merasa pilu atas kritik yang masuk, justru itulah yang membuat suara PDIP tetap perlu didengar. Pemerintah, menurutnya, membutuhkan sudut pandang dari luar koalisi agar tidak bergerak dalam ruang yang terlalu sempit.
Ada ironi yang menarik di balik momen ini. Presiden memuji satu-satunya partai yang tidak memberinya dukungan penuh, sementara partai itu menerima pujian tersebut bukan sebagai kehormatan, melainkan sebagai konfirmasi bahwa pilihan mereka sudah tepat sejak awal.
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad turut merespons pernyataan Prabowo. Menurutnya, ungkapan terima kasih kepada PDIP dan Megawati Soekarnoputri itu bukan basa-basi protokoler.
“Pujian Presiden kepada Megawati dan PDIP keluar dari lubuk hati yang paling dalam,” kata Sufmi Dasco Ahmad.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: