SPBU Pertamina Tak Jual Pertalite? Ini Penjelasan Resmi Kementerian ESDM dan Pertamina

- Sejumlah SPBU Pertamina di Jakarta berhenti menjual Pertalite karena beralih status menjadi SPBU Signature, konsep premium tanpa BBM subsidi, atas permintaan pengelola SPBU sendiri.
- Kementerian ESDM dan Pertamina menegaskan Pertalite tidak dihapus, distribusinya masih berjalan di ribuan SPBU reguler berdasarkan penugasan triwulanan dari BPH Migas.
- SPBU Signature kini tersebar di berbagai titik Jakarta, Depok, dan Bogor, menawarkan layanan tambahan seperti semir ban gratis dan fasilitas ibadah yang lebih lengkap.
, Jakarta – Foto sebuah papan pengumuman di SPBU kawasan Antasari, Jakarta Selatan, beredar luas di media sosial awal Mei ini. Isinya singkat, mulai 1 Mei 2026, SPBU tersebut tidak lagi melayani pengisian Pertalite. Wajar kalau banyak pengendara yang langsung bertanya-tanya.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dwi Anggia, memastikan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari kejadian itu.
“Untuk beberapa SPBU Pertamina di Jakarta memang ada upgrade, perubahan status dari SPBU biasa menjadi SPBU Signature yang memang memberikan layanan dan fasilitas premium,” ujar Anggia.
Perubahan itu, kata dia, bukan sinyal bahwa Pertamina hendak menarik Pertalite dari peredaran. BBM subsidi jenis itu tetap tersedia di ribuan SPBU reguler yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Hanya memang ada perubahan layanan dan status di beberapa SPBU-nya,” tambahnya.
Di sisi korporasi, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menegaskan bahwa transformasi ini lahir dari inisiatif pengelola SPBU sendiri, bukan instruksi dari atas.
“Kalau ini karena berubah jadi SPBU Signature atas permintaan dari pihak pengelola SPBU yang bersangkutan sendiri,” kata Roberth.
Konsep SPBU Signature memang berbeda dari stasiun pengisian biasa. Tidak ada Pertalite, tidak ada Solar subsidi. Sebagai gantinya, konsumen mendapat sejumlah layanan tambahan seperti semir ban gratis untuk pengisian BBM minimal Rp350 ribu, kotak sampah di setiap pompa, hingga fasilitas musala lengkap dengan mukena, sarung, dan Al Quran. Standar kebersihan juga diklaim jauh di atas rata-rata SPBU konvensional.
Di Jakarta dan sekitarnya, SPBU berformat Signature kini sudah beroperasi di Slipi, Cengkareng, Fatmawati, Antasari, Pasar Minggu, Gambir, Jatinegara, Muara Baru, Depok, hingga Bogor. Salah satu yang sudah lama berdiri adalah SPBU Signature Pondok Indah di Jakarta Selatan.
Yang menarik, ketika sebagian konsumen sibuk mencari Pertalite, ada kelompok lain yang justru ingin dilayani dengan cara berbeda. SPBU Signature hadir di antara kedua kepentingan itu, mengisi ceruk pasar yang selama ini kurang tersentuh oleh model distribusi BBM konvensional.
Anggia memastikan kewajiban penyaluran Pertalite tidak berubah. Pertamina Patra Niaga tetap wajib mendistribusikan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 melalui SPBU yang telah mendapat penugasan dari BPH Migas.
“Penugasan dilakukan secara triwulan untuk memastikan ketersediaan kuota, penyalur, serta kebutuhan konsumen pengguna di kabupaten/kota,” ucap Anggia.
Bagi pengendara yang masih membutuhkan Pertalite, SPBU reguler di sekitar lokasi Signature masih beroperasi seperti biasa.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: