33 Persen Petugas Haji Kini Perempuan, Ini Alasan Penting di Baliknya

- Proporsi petugas haji perempuan tahun 1447 H mencapai 33 persen, rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan haji Indonesia
- Petugas perempuan sangat dibutuhkan karena 55 persen jemaah haji dan mayoritas jamaah lansia adalah perempuan
- Pemerintah mengusung tema Haji Ramah Perempuan dan Lansia dengan menekankan layanan yang adil, aman, dan bermartabat bagi seluruh jamaah
, JAKARTA – Penyelenggaraan haji Indonesia tahun 1447 H mencatatkan rekor baru. Proporsi petugas perempuan kali ini mencapai 33 persen, angka tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji Tanah Air.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, ketimpangan jumlah petugas perempuan selama ini menjadi masalah yang sudah lama disorot. Padahal, sekitar 55 persen jemaah haji Indonesia setiap tahun adalah perempuan.
“Jumlah petugas haji perempuan tahun ini 33 persen, jumlah terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan haji di Indonesia,” ujar Arifatul saat menghadiri Diklat Petugas Haji 1447 H di Asrama Haji Pondok Gede.
Dominasi jamaah perempuan juga terlihat pada kelompok lansia. Karena itu, kehadiran petugas perempuan dalam jumlah memadai bukan sekadar soal angka.
Menurut Arifatul, petugas perempuan memberi rasa aman dan nyaman bagi jamaah perempuan dan lansia. Mereka tidak akan sungkan bertanya atau meminta bantuan, terutama dalam kondisi darurat seperti ada yang jatuh sakit.
“Dalam kondisi darurat maka petugas haji harus bisa menentukan apa yang harus dilakukan,” katanya.
Pemerintah mengangkat tema Haji Ramah Perempuan dan Lansia untuk penyelenggaraan tahun ini. Arifatul menilai, pelayanan haji bukan hanya urusan teknis ibadah, tetapi juga layanan publik yang harus adil dan bermartabat.
“Memberikan layanan harus berangkat dari hati, di sana enggak boleh main-main,” tambahnya.
Menurut dia, komitmen negara hadir lewat jaminan keamanan, kenyamanan, dan perlindungan bagi seluruh jemaah. Tema yang diusung tahun ini menunjukkan keseriusan pemerintah memperhatikan kelompok rentan dalam ibadah massal.
Arifatul juga meminta para petugas untuk menunjukkan kualitas dan pelayanan yang baik kepada tamu-tamu Allah. Dia menekankan bahwa tanggung jawab sebagai petugas haji bukan pekerjaan yang bisa dianggap enteng.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: