Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong, Bapanas Turun Tangan

- Bapanas mempercepat distribusi cabai rawit merah dari wilayah sentra produksi ke pasar konsumen utama seperti Jakarta melalui Fasilitasi Distribusi Pangan untuk mencegah lonjakan harga yang signifikan jelang Ramadan
- Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan cabai adalah komoditas sensitif terhadap pasokan harian sehingga penguatan distribusi harus dipercepat melalui koordinasi lintas daerah dan kementerian
- Pemerintah memberi ruang kepada petani untuk mendapat keuntungan wajar namun harga di tingkat produsen dan konsumen harus tetap wajar, jika tidak akan dilakukan intervensi stabilisasi yang seimbangkan aspek hulu dan hilir
, Jakarta – Badan Pangan Nasional akan mempercepat distribusi pasokan cabai rawit merah dari wilayah sentra produksi ke pasar konsumen utama. Langkah ini diambil untuk mencegah lonjakan harga yang signifikan.
Bapanas menerapkan Fasilitasi Distribusi Pangan dari daerah surplus ke daerah defisit. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.
“Cabai adalah komoditas yang sangat sensitif terhadap pasokan harian. Karena itu, penguatan distribusi dari sentra panen ke pasar utama harus kita percepat melalui koordinasi lintas daerah dan lintas kementerian,” ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa dalam siaran pers, Senin (16/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan Ketut dalam rapat koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha cabai. Rapat yang digelar secara daring pada Minggu (15/2/2026) dihadiri petani cabai dari Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.
Ketut menuturkan pemerintah sejak awal telah memberi ruang kepada petani untuk mendapatkan keuntungan yang wajar. Namun, ia mengingatkan agar harga di tingkat produsen maupun konsumen harus wajar dan baik.
Jika tidak, harus dilakukan intervensi stabilisasi yang memberikan keseimbangan pada aspek hulu maupun hilir.
Harga cabai rawit yang menembus Rp100 ribu per kilogram menjadi tantangan serius menjelang bulan Ramadan. Kebutuhan cabai biasanya meningkat tajam pada bulan puasa untuk berbagai menu takjil dan buka puasa.
Bapanas berkoordinasi dengan pelaku usaha untuk memastikan jalur distribusi berjalan lancar. Penguatan logistik dari sentra panen ke pasar konsumen utama seperti Jakarta menjadi prioritas.
Lonjakan harga cabai rawit ini juga terjadi di tengah kekhawatiran pasokan yang terbatas. Cuaca ekstrem di beberapa sentra produksi mempengaruhi hasil panen dalam beberapa pekan terakhir.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: