TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Ara Akui Susah Bangun Pagi, Tapi Hadir Dampingi Prabowo di Akad Massal 50.030 KPR FLPP

Poin Penting (3)
  • Menteri PKP Maruarar Sirait mengaku sulit bangun pagi namun tetap hadir mendampingi Presiden Prabowo dalam acara Akad Massal KPR FLPP di Serang.
  • Prabowo bersama Ara menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada MBR dari berbagai profesi dan menekan tombol sirene akad massal nasional.
  • Acara digelar hybrid, diikuti 50.030 debitur MBR di 33 provinsi dengan dukungan 41 bank penyalur, serta dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara.

Resolusi.co, Jakarta —Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) secara terbuka mengaku pada Presiden Prabowo Subianto bahwa dirinya termasuk orang yang sulit bangun pagi. Namun demi agenda negara, Ara tetap memaksakan hadir dalam acara Akad Massal Rumah Subsidi FLPP dan Serah Terima Kunci Tahun 2025 yang digelar pukul 09.00 WIB di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Banten, Sabtu (20/12).

Ara mengungkapkan, demi memastikan kehadirannya sesuai permintaan Sekretariat Kabinet, ia bahkan mengaku tidak tidur sejak malam sebelumnya.
“Saya terus terang susah bangun pagi, Pak. Jadi saya disetrap sama Seskab bikin acara jam sembilan pagi. Saya belum tidur, Pak. Mohon doanya saya bisa sehat,” kata Ara di hadapan Presiden.

Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo bersama Ara melakukan simbolisasi serah terima kunci rumah kepada perwakilan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari berbagai latar belakang profesi, mulai ibu rumah tangga, penjaga kamar jenazah, tukang cukur, guru honorer, penyandang disabilitas, anggota TNI hingga nelayan.

Acara dilanjutkan dengan penekanan tombol sirene sebagai tanda dimulainya akad massal KPR FLPP secara nasional. Program ini digelar secara hybrid, menghadirkan 300 debitur MBR secara langsung dan 49.730 debitur secara daring di 33 provinsi, bersama 41 bank penyalur dan tersebar di 110 titik lokasi.

Sejumlah pejabat negara hadir dalam kegiatan ini, antara lain Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, Kepala BPS Amalia Adininggar, serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.

Program akad massal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.