Bareskrim Telusuri Perusak Hutan Pemicu Banjir Sumatera

- Bareskrim Polri menelusuri perusakan hutan yang diduga memicu banjir Sumatera, setelah ditemukan gelondongan kayu di Garoga dan Anggoli.
- Hasil penelusuran menunjukkan jenis kayu yang ditemukan identik dengan kayu di lokasi pembukaan lahan; proses di Garoga sudah naik ke penyidikan.
- Polisi memburu pelaku, pemberi perintah, serta pemilik alat berat berupa dua excavator dan satu bulldozer yang diduga digunakan dalam pembukaan lahan.
, Jakarta –Bareskrim Polri menelusuri pihak-pihak yang diduga merusak lingkungan hingga memicu banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Penelusuran ini berawal dari temuan gelondongan kayu di Garoga, Tapanuli Utara, serta Anggoli, Tapanuli Tengah.
Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni mengatakan pihaknya telah menelusuri jejak asal-usul kayu tersebut. Proses identifikasi dilakukan melalui pengujian laboratorium untuk memastikan jenis kayu dan keterkaitannya dengan lokasi pembukaan lahan.
“Kami telusuri dari TKP dan bekerja berdasarkan alat bukti. Jenis kayu diuji di lab, lalu dibandingkan dengan temuan di lapangan untuk mengetahui sumbernya, apakah dari kawasan hutan atau luar kawasan hutan,” ujar Irhamni, Rabu.
Dari penyelidikan itu, Bareskrim menemukan bukaan lahan di Garoga dan Anggoli yang identik dengan gelondongan kayu tersebut. “Jenis-jenis kayu itu identik dengan yang ada di Garoga dan Anggoli,” katanya.
Irhamni memastikan pihaknya kini memburu aktor di balik kerusakan lingkungan itu. “Siapa yang melakukan, siapa yang menyuruh, atau bersama siapa peristiwa itu terjadi, semua sedang kami cari,” tegasnya.
Selain itu, Bareskrim juga menyelidiki kepemilikan alat berat yang ditemukan di lokasi pembukaan lahan. “Ada dua excavator dan satu bulldozer. Kami buktikan siapa pemiliknya dan siapa yang mendapat keuntungan, apakah perorangan atau korporasi. Untuk Garoga, proses sudah naik ke penyidikan,” tandasnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: