BPBD Sumenep Terus Lakukan Asesmen, Korban Angin Puting Beliung Dipastikan Terdata Semua

- BPBD Sumenep terus melakukan asesmen di wilayah terdampak angin puting beliung untuk memastikan semua korban terdata, hingga kini tidak ada penambahan korban baru.
- Lima warga Desa Kapedi, Kecamatan Bluto mengalami cedera, empat telah pulang dengan luka ringan dan satu orang masih menjalani perawatan medis.
- Bantuan darurat berupa makanan, terpal, kasur lipat, dan family kit telah disalurkan BPBD bersama Tagana dan Perkimhub ke lokasi terdampak.
, SUMENEP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sumenep masih mengerahkan tim asesmen untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat akibat angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah. Hingga kini, belum ada laporan penambahan korban.
Kepala BPBD Sumenep, Ach. Laili Maulidy, menyatakan pendataan dilakukan berdasarkan temuan kerusakan di lapangan.
“Assessment kami lakukan berdasarkan seluruh gejala kerusakan yang ada. Sampai hari ini belum ada laporan penambahan korban,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Bluto, Pragaan, dan Guluk-guluk. Di Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, lima warga dilaporkan mengalami cedera. Empat di antaranya sudah pulang setelah mendapat perawatan luka ringan, sementara satu orang masih dirawat.
“Kondisi mereka terus kami pantau, terutama satu warga yang masih dirawat,” tambah Laili.
Sejak laporan pertama diterima, BPBD langsung menurunkan tim respons cepat ke lokasi. Bantuan darurat juga telah disalurkan untuk membantu warga yang terdampak.
Bantuan yang diberikan mencakup makanan siap saji, lauk pauk, terpal untuk atap sementara, kasur lipat, perlengkapan sandang untuk pria dan wanita, serta family kit. Distribusi sembako dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sumenep.
Sementara itu, BPBD bekerja sama dengan Tagana dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan terus menjangkau lokasi yang membutuhkan bantuan.
Laili memastikan pendampingan terhadap warga akan terus berlanjut hingga situasi benar-benar kondusif. Yang masih menjadi pertanyaan di lapangan: seberapa luas kerusakan sebenarnya, dan berapa lama warga harus menunggu hingga kehidupan mereka kembali seperti semula.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: