Bukan Gempa Biasa, Pacitan Diguncang Megathrust Berkekuatan M6,4

- Gempa M6,4 di Pacitan merupakan jenis megathrust dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault) pada kedalaman dangkal 58 kilometer akibat aktivitas subduksi lempeng di selatan Jawa Timur
- Guncangan dirasakan luas di Pulau Jawa dengan intensitas IV MMI di Bantul, Sleman, dan Pacitan, sementara 16 wilayah lain merasakan intensitas III MMI seperti truk melintas di depan rumah
- BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan bersyukur magnitudo tidak mencapai 7,0 karena bisa memicu gelombang pasang, monitoring hingga pukul 01.35 WIB juga belum menunjukkan gempa susulan
, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengungkap gempa berkekuatan M6,4 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur pada Jumat dini hari (6/2) merupakan jenis gempa megathrust.
“Gempa Pacitan ini jenis gempa megathrust, yang tergambar dari mekanismenya yang berupa pergerakan naik atau thrusting dengan kedalaman dangkal,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, Jumat (6/2).
Dia bersyukur gempa tidak mencapai magnitudo 7,0 karena bisa berpotensi tsunami.
Gempa yang terjadi sekitar pukul 01.06 WIB itu dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Parameter update menunjukkan magnitudo M6,2 dengan episenter pada koordinat 8,98 derajat Lintang Selatan dan 111,18 derajat Bujur Timur.
Lokasi tepatnya di laut pada jarak 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan pada kedalaman 58 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” jelasnya.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Guncangan gempa dirasakan cukup luas di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Bantul, Sleman, dan Pacitan dilaporkan mengalami intensitas IV MMI, di mana getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah.
Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, dan Banjarnegara merasakan getaran skala intensitas III MMI. Getaran ini dianalogikan seperti truk yang sedang melintas di depan rumah.
Tuban dan Jepara merasakan getaran dengan skala intensitas II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang dengan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Meski kekuatan gempa cukup signifikan, BMKG memastikan peristiwa ini tidak memicu tsunami atau gelombang pasang di pesisir selatan.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 01.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock,” katanya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: