TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Cak Imin Ingatkan Rentetan Bencana Awal 2026 Bisa Lahirkan Kantong Kemiskinan Baru

Poin Penting (3)
  • Menko PM Muhaimin Iskandar mengingatkan bahwa rentetan bencana yang terjadi sejak awal 2026 berpotensi melahirkan kemiskinan baru dan mengancam target kemiskinan ekstrem nol persen tahun ini.
  • BNPB mencatat 205 kejadian bencana hanya dalam bulan Januari 2026, dengan banjir sebagai yang paling dominan sebanyak 127 kejadian.
  • Meski angka kemiskinan turun ke 8,25 persen per September 2025, Cak Imin menegaskan perlunya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan agar capaian itu tidak terkikis oleh bencana

Resolusi.co, Jakarta – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar melempar peringatan yang tidak ringan. Di tengah upaya pemerintah menekan angka kemiskinan, ia menyebut rentetan bencana yang melanda berbagai daerah berisiko menciptakan lapisan kemiskinan baru yang bisa membalikkan capaian yang sudah diraih.

“Kemiskinan tidak boleh menjadi realitas struktural, realitas kultural, realitas warisan dari berbagai pengalaman yang ada,” ujar Muhaimin Iskandar dalam peluncuran Kolaborasi Indonesia Berdaya ‘Pulih Bersama, Bangkit Berdaya’ di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Pernyataan itu ia sampaikan di tengah data yang cukup mencengangkan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Hanya dalam Januari 2026, tercatat 205 kejadian bencana di seluruh Indonesia. Banjir mendominasi dengan 127 kejadian, diikuti cuaca ekstrem 46 kejadian, tanah longsor 15 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 14 kejadian, gelombang pasang dan abrasi 2 kejadian, serta satu gempa bumi.

Angka itu bukan sekadar statistik laporan. Bagi keluarga yang rumahnya terendam, sawahnya rusak, atau usaha kecilnya ludes, satu bencana saja sudah cukup untuk memotong sumber penghasilan berbulan-bulan.

Pemerintah sendiri sebelumnya mencatat penurunan angka kemiskinan ke level 8,25 persen per September 2025. Namun bagi Cak Imin, angka itu belum berarti banyak jika tidak dibarengi penguatan kemampuan masyarakat untuk bertahan ketika guncangan datang.

“Kita juga harus mendorong transformasi para mustahik menjadi muzaki sebagai salah satu keberhasilan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat, mengingat ancaman bencana tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Penanggulangan kemiskinan, menurutnya, harus utuh dan berkelanjutan, bukan sekadar menyalurkan bantuan di momen krisis lalu selesai.

Ada ironi yang sulit diabaikan di sini. Di saat pemerintah merancang target kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026, kalender alam seperti bergerak di jalurnya sendiri, tanpa peduli target tersebut.