TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3T

Poin Penting (3)
  • 150 alumni LPDP diterjunkan ke wilayah 3T melalui Program Pejuang Digital untuk mendampingi sekolah dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran
  • Pemerintah menyoroti belum optimalnya penggunaan perangkat digital, seperti Interactive Flat Panel (IFP), di sejumlah sekolah dasar
  • Program ini ditargetkan mempercepat transformasi pendidikan, dengan memperkuat kolaborasi antara alumni, guru, dan pemerintah dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif dan inklusif

Resolusi.co, Jakarta — Pemerintah mulai mengerahkan 150 alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ke sejumlah sekolah dasar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program bertajuk Pejuang Digital ini diarahkan untuk memperkuat pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran yang dinilai masih belum optimal di sejumlah daerah.

Program yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut menjadi bagian dari strategi percepatan transformasi pendidikan berbasis digital. Para alumni ditugaskan mendampingi guru dalam penggunaan perangkat pembelajaran, termasuk interactive flat panel (IFP), yang telah didistribusikan pemerintah ke sekolah-sekolah.

Peluncuran program dilakukan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Kamis, 2 April 2026. Dalam sambutannya, Gibran menekankan pentingnya peran generasi muda terdidik dalam mendorong perubahan di sektor pendidikan, khususnya melalui pemanfaatan teknologi.

“Saya berharap para alumni LPDP yang tergabung dalam program Pejuang Digital dapat menjadi penggerak perubahan di sekolah-sekolah,” ujar Gibran. Ia juga meminta para peserta membawa semangat kolaborasi dan inovasi dalam mendampingi guru dan siswa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah masih menemukan sejumlah sekolah yang belum memanfaatkan perangkat digital secara maksimal. Padahal, menurut dia, digitalisasi pembelajaran merupakan agenda penting dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional.

“Perangkat sudah tersedia, tetapi pemanfaatannya belum optimal. Di sinilah peran Pejuang Digital untuk menjembatani,” kata Mu’ti.

Empat kabupaten menjadi lokasi penempatan tahap awal program ini, yakni Merauke, Halmahera Utara, Kupang, dan Sumedang. Wilayah-wilayah tersebut dinilai masih membutuhkan penguatan dalam implementasi teknologi pembelajaran di sekolah.

Salah satu peserta program, Bima Pambudi, lulusan Magister Teknologi Pendidikan Universitas Sebelas Maret, mengatakan bahwa teknologi seharusnya tidak hanya dipahami sebagai perangkat, melainkan sebagai sarana membuka akses belajar yang lebih luas.

“Ketika teknologi dimanfaatkan dengan tepat, ia bisa menjangkau keterbatasan yang selama ini dihadapi sekolah,” ujarnya.

Bima, yang berasal dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menilai keterlibatan alumni LPDP dalam program ini menjadi bentuk konkret pengabdian terhadap pendidikan. Ia berharap kehadiran para peserta dapat membantu guru beradaptasi dengan perangkat digital yang tersedia.

Program Pejuang Digital dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas guru dalam penggunaan teknologi, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif. Pemerintah menargetkan program ini dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan sumber daya.

Di tengah dorongan transformasi digital yang kian masif, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat.