TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Gus Yahya Bela Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Trump: “Kita Harus Hadir di Semua Arena”

Poin Penting (3)
  • Gus Yahya menegaskan dukungan terhadap keputusan Prabowo memasukkan Indonesia ke Board of Peace, meski menuai kontroversi, karena belum ada alternatif platform internasional lain untuk membantu Palestina.
  • Ketua Umum PBNU itu menyebut bantuan untuk Palestina adalah bagian dari amanat proklamasi kemerdekaan Indonesia, dan RI tidak boleh absen dari upaya internasional apapun terkait Palestina.
  • Board of Peace yang digagas Trump bertujuan mengawasi rekonstruksi Gaza pascaperang, menghentikan kekerasan, dan memperluas akses bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.

Resolusi.co, JAKARTA – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf membela keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memasukkan Indonesia ke dalam Board of Peace. Dia menegaskan, posisi itu bukan sikap pribadi, melainkan cerminan nilai dan prinsip NU dalam mendukung Palestina.

“Saya tidak berbicara atas nama pribadi saya sendiri. Tapi biasanya saya menyampaikan pandangan-pandangan yang sesuai dengan landasan nilai-nilai dan prinsip-prinsip NU,” ujar Gus Yahya usai peringatan Harlah ke-100 NU di Istora Senayan.

Dia mengakui, Board of Peace yang digagas Presiden AS Donald Trump memantik kontroversi. Sebagian kalangan menilai inisiatif itu kontroversial, terutama karena berasal dari Trump.

Namun Gus Yahya menilai, substansi utama dari Dewan Perdamaian itu tetap satu, yakni mengupayakan bantuan untuk rakyat Palestina.

“Pandangan yang saya sampaikan mengenai Board of Peace itu, terkait dengan nilai-nilai bahwa kita harus terus membantu Palestina,” kata dia.

Menurut Gus Yahya, sampai saat ini belum ada platform internasional lain yang mampu mengonsolidasikan kekuatan global secara nyata untuk mendorong perdamaian di Palestina. Board of Peace, meski menuai perdebatan, tetap menjadi satu-satunya wahana dialog yang tersedia.

Dia menyebut Indonesia tidak boleh absen dari upaya internasional apapun yang menyangkut Palestina. Jika tidak hadir, Indonesia hanya akan jadi penonton yang membiarkan pihak lain menentukan nasib Palestina.

“Kalau kita tidak ada, kita hanya akan menonton dan membiarkan orang menentukan jalannya dinamika, jalannya pertarungan dan proses-proses yang berlangsung sesudahnya,” jelas Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor PBNU.

Dia bahkan menegaskan, jika Indonesia sungguh ingin berbuat sesuatu untuk Palestina, maka harus hadir di semua arena, apapun platformnya.

“Kalau kita memang sungguh ingin berbuat sesuatu untuk membantu Palestina menemukan jalan keluar dari masalahnya, maka kita harus hadir di semua arena, apapun arena itu, apapun platform-nya,” tegas Gus Yahya.

Bantuan untuk Palestina, kata Gus Yahya, adalah bagian dari amanat proklamasi kemerdekaan Indonesia. Aspirasi kemerdekaan yang tertuang dalam dokumen fondasional RI bukan hanya untuk Indonesia sendiri, tapi untuk seluruh bangsa.

“Saya sudah pernah menyatakan begini berkali-kali sebetulnya bahwa membantu Palestina adalah bagian dari amanat proklamasi kemerdekaan RI. Aspirasi proklamasi itu bukan hanya aspirasi Indonesia tapi aspirasi segala bangsa,” ujar dia.

Pernyataan Gus Yahya itu keluar di tengah dinamika internal PBNU terkait sikap organisasi terhadap Board of Peace. Ada suara berbeda dari sebagian elemen di dalam tubuh NU soal langkah Prabowo bergabung dengan forum yang diprakarsai Trump tersebut.

Tapi bagi Gus Yahya, komitmen Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace adalah keputusan yang tepat, mengingat dinamika internasional saat ini penuh ketidakpastian.

“Keputusan Presiden untuk bergabung dalam Board of Peace ini, saya kira adalah keputusan yang tepat berdasarkan komitmen yang abadi untuk membantu Palestina,” katanya.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono sebelumnya menyampaikan, tujuan Indonesia bergabung dalam Board of Peace adalah untuk menghentikan kekerasan, melindungi warga sipil, dan memperluas akses bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Gaza.

Board of Peace sendiri berfungsi mengawasi administrasi, stabilisasi keamanan, serta rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza secara bertahap. Dewan ini juga mengawasi semacam pemerintahan transisi di Palestina yang terdiri dari teknokrat.

Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam pembentukan Board of Peace bersama Donald Trump dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada 22 Januari lalu.

Gus Yahya berharap, Presiden Prabowo memainkan peran itu dengan sungguh-sungguh agar Indonesia tidak absen dalam kesempatan apapun untuk membantu Palestina.

“Saya sangat mendukung agar Presiden Prabowo Subianto memainkan peran itu dengan sungguh-sungguh supaya dari waktu ke waktu terus menerus kita jangan sampai absen di dalam kesempatan apapun untuk membantu Palestina,” ucap Gus Yahya.