Harga Cabai Rawit di Jawa Timur Naik 3,96 Persen Jelang Ramadan

- Cabai rawit merah di Jawa Timur naik 3,96 persen menjadi Rp70.410 per kilogram pada 4 Februari 2026, menjelang bulan Ramadan, kenaikan tertinggi dibanding komoditas lainnya
- Beberapa sembako lain juga naik, di antaranya susu kental manis merek Bendera naik 1,18 persen dan garam bata naik 2,15 persen berdasarkan data Siskaperbapo Jawa Timur
- Fluktuasi harga dipengaruhi cuaca buruk, kebijakan pemerintah, biaya produksi, nilai tukar rupiah, inflasi, dan masalah distribusi yang mengganggu pasokan ke pasar
, SURABAYA – Harga sembako di Jawa Timur terus berfluktuasi menjelang Ramadan.
Cabai rawit merah mencatat kenaikan paling tinggi, mencapai Rp70.410 per kilogram pada Rabu (4/2/2026). Angka ini naik Rp2.681 atau 3,96 persen dibanding hari sebelumnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan. Susu kental manis merek Bendera naik Rp146 atau 1,18 persen menjadi Rp12.489 per 370 gram. Garam bata naik Rp38 atau 2,15 persen menjadi Rp1.806.
Sementara harga beras premium tercatat Rp14.827 per kilogram, beras medium Rp12.891 per kilogram. Gula kristal putih dipatok Rp16.552 per kilogram.
Minyak goreng curah dijual Rp18.798 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp20.282 per liter, dan minyak goreng kemasan sederhana Rp17.408 per liter. Minyak goreng Minyakita sedikit lebih murah, Rp16.310 per liter.
Daging sapi paha belakang masih mahal, mencapai Rp119.504 per kilogram. Daging ayam ras jauh lebih terjangkau, Rp36.279 per kilogram, sedangkan daging ayam kampung Rp68.720 per kilogram.
Harga telur ayam ras Rp27.335 per kilogram, telur ayam kampung Rp45.799 per kilogram.
Untuk bumbu dapur, cabai merah keriting dipatok Rp29.140 per kilogram, cabai merah besar Rp27.457 per kilogram. Bawang merah dijual Rp33.993 per kilogram, bawang putih Rp32.434 per kilogram. Gas elpiji 3 kilogram masih di angka Rp19.736.
Fluktuasi harga sembako dipengaruhi banyak faktor. Cuaca buruk bisa mengganggu produksi pertanian dan menyebabkan kekurangan pasokan. Kebijakan impor, subsidi, atau pajak dari pemerintah juga berpengaruh langsung terhadap harga.
Kenaikan biaya produksi seperti bahan baku, pupuk, dan bahan bakar turut mendorong harga naik. Fluktuasi nilai tukar rupiah membuat harga barang impor lebih mahal. Inflasi tinggi otomatis mendorong harga sembako ikut naik.
Masalah distribusi seperti kemacetan atau kendala logistik juga bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman, mengurangi pasokan, dan harga melonjak.
Harga sembako di setiap pasar bisa berbeda. Data di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur yang dikumpulkan melalui Siskaperbapo.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: