TODAY'S RECAP
AS Naikkan Tarif Impor Global ke 15% Pekan Ini, Indonesia Pastikan Ekspor Strategis Tetap Nol PersenPemerintah Perketat Standar Higienis Dapur MBG Nasional, Wajib Bebas Tikus dan KecoaMalam Nuzulul Quran 1447 H Jatuh 6 Maret 2026, Ini Amalan yang DianjurkanKeluar dari Bareskrim, Wardatina Mawa Langsung Bilang: Saya Tidak Mau Lelaki PengkhianatMKMK Tolak Laporan Etik Adies Kadir, Tindakan Dinilai Terjadi Sebelum Jadi Hakim MKTanker Minyak Terancam di Selat Hormuz, Trump Keluarkan Dua Kartu Truf SekaligusAS Naikkan Tarif Impor Global ke 15% Pekan Ini, Indonesia Pastikan Ekspor Strategis Tetap Nol PersenPemerintah Perketat Standar Higienis Dapur MBG Nasional, Wajib Bebas Tikus dan KecoaMalam Nuzulul Quran 1447 H Jatuh 6 Maret 2026, Ini Amalan yang DianjurkanKeluar dari Bareskrim, Wardatina Mawa Langsung Bilang: Saya Tidak Mau Lelaki PengkhianatMKMK Tolak Laporan Etik Adies Kadir, Tindakan Dinilai Terjadi Sebelum Jadi Hakim MKTanker Minyak Terancam di Selat Hormuz, Trump Keluarkan Dua Kartu Truf SekaligusAS Naikkan Tarif Impor Global ke 15% Pekan Ini, Indonesia Pastikan Ekspor Strategis Tetap Nol PersenPemerintah Perketat Standar Higienis Dapur MBG Nasional, Wajib Bebas Tikus dan KecoaMalam Nuzulul Quran 1447 H Jatuh 6 Maret 2026, Ini Amalan yang DianjurkanKeluar dari Bareskrim, Wardatina Mawa Langsung Bilang: Saya Tidak Mau Lelaki PengkhianatMKMK Tolak Laporan Etik Adies Kadir, Tindakan Dinilai Terjadi Sebelum Jadi Hakim MKTanker Minyak Terancam di Selat Hormuz, Trump Keluarkan Dua Kartu Truf SekaligusAS Naikkan Tarif Impor Global ke 15% Pekan Ini, Indonesia Pastikan Ekspor Strategis Tetap Nol PersenPemerintah Perketat Standar Higienis Dapur MBG Nasional, Wajib Bebas Tikus dan KecoaMalam Nuzulul Quran 1447 H Jatuh 6 Maret 2026, Ini Amalan yang DianjurkanKeluar dari Bareskrim, Wardatina Mawa Langsung Bilang: Saya Tidak Mau Lelaki PengkhianatMKMK Tolak Laporan Etik Adies Kadir, Tindakan Dinilai Terjadi Sebelum Jadi Hakim MKTanker Minyak Terancam di Selat Hormuz, Trump Keluarkan Dua Kartu Truf Sekaligus

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

6 Maret 2026

Cari berita

Prajogo Pangestu Tambah Kepemilikan Saham Barito Renewables Energy, Harga BREN Naik 4,62 Persen

Poin Penting (3)
  • Prajogo Pangestu membeli 1,33 juta saham BREN dengan harga Rp8.800-Rp9.000 per lembar, meningkatkan kepemilikannya menjadi 139,79 juta saham (0,104% hak suara)
  • Harga saham BREN langsung naik 4,62% ke Rp9.625 pada perdagangan Rabu (14/1) usai transaksi pembelian diumumkan, meski YtD masih terkoreksi 0,77%
  • Kinerja BREN solid dengan laba bersih tumbuh 19,1% menjadi US$132 juta, didorong kinerja panas bumi yang stabil dan kapasitas terpasang mencapai 910,3 MW

Resolusi.co, JAKARTA – Pengusaha kaya Prajogo Pangestu kembali memperbesar porsi kepemilikannya di PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Langkah ini turut meningkatkan hak suaranya dalam rapat umum pemegang saham perusahaan energi terbarukan tersebut.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (14/1/2026), posisi kepemilikan Prajogo di BREN kini mencapai 139.789.700 saham dengan hak suara 0,104 persen. Sebelumnya, konglomerat ini menguasai 138.459.700 saham dengan voting right 0,103 persen.

Aksi korporasi ini dilakukan melalui pembelian 1.330.000 lembar saham pada 13 Januari 2026. Transaksi berlangsung dalam rentang harga Rp8.800 hingga Rp9.000 per saham.

“Tujuan transaksi ini adalah untuk investasi pribadi,” demikian pernyataan dalam dokumen keterbukaan informasi.

Respons pasar terhadap aksi beli Prajogo cukup positif. Pada perdagangan siang hari Rabu (14/1) pukul 11.30 WIB, saham BREN mencatat kenaikan 4,62 persen menuju level Rp9.625. Meski begitu, secara year to date (YtD) saham ini masih mencatat koreksi tipis 0,77 persen. Dalam hitungan mingguan, BREN terapresiasi 0,26 persen.

Dari sisi fundamental, Barito Renewables mencatatkan pendapatan konsolidasi US$457 juta pada sembilan bulan pertama 2025. Angka tersebut naik 3,6 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Kinerja operasional perusahaan energi panas bumi ini terbilang solid. EBITDA mengalami pertumbuhan 5,7 persen secara tahunan menjadi US$399 juta. Sementara margin EBITDA meningkat dari 85,4 persen menjadi 87,1 persen.

Laba bersih setelah pajak juga tumbuh signifikan, yakni 19,1 persen year-on-year mencapai US$132 juta. Peningkatan ini didorong oleh operasional yang lebih efisien serta penurunan beban bunga hasil dari restrukturisasi utang yang telah dilakukan sejak 2024.

Di sektor operasional, BREN terus mengembangkan portofolio pembangkit listrik tenaga panas buminya. Proyek retrofit Salak telah rampung pada kuartal III 2025 dengan tambahan kapasitas 7,7 MW, melampaui proyeksi awal.

Jika digabungkan dengan Unit Binary Salak yang sudah beroperasi sejak Februari 2025, total kapasitas terpasang bruto pembangkit panas bumi yang dikelola BREN mencapai 910,3 MW. Angka ini naik 24,3 MW atau tumbuh 2,7 persen dibanding kuartal III 2024.

Proyek retrofit Wayang Windu juga berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai akhir 2025. Proyek ini akan menambah kapasitas 18,4 MW. Selain itu, perseroan telah memulai eksplorasi pengeboran di lokasi Hamiding sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang.

“Portofolio panas bumi kami terus menunjukkan kinerja yang kuat dan konsisten, ditopang oleh kinerja operasional yang unggul serta kontribusi berkelanjutan dari Unit Binary Salak,” ujar CEO Barito Renewables, Hendra Soetjipto Tan.

“Segmen angin juga menunjukkan perbaikan yang menggembirakan, dengan produksi listrik yang mulai meningkat mendekati pola musiman,” tambahnya.

Ke depan, BREN akan fokus pada pengoperasian komersial Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2026. Target jangka panjang perusahaan adalah mencapai kapasitas terpasang energi terbarukan sebesar 2,3 GW pada 2032.