Houthi Siap Beraksi di Laut Merah atas Perintah Iran, Jalur Pelayaran Dunia Terancam Terganggu

- Iran memerintahkan kelompok Houthi di Yaman untuk melancarkan serangan di kawasan Bab Al-Mandab dan Laut Merah, dengan instruksi disampaikan melalui utusan khusus Tehran, Mohammad Ramazani.
- Pemimpin Houthi Abdulmalik Al-Houthi mengonfirmasi kesiapan penuh pasukannya dan menyerukan unjuk rasa massal di seluruh Yaman sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran yang diserang AS dan Israel.
- Ancaman Houthi di Laut Merah dan Bab Al-Mandab berpotensi mengganggu jalur pelayaran perdagangan global yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika melalui salah satu selat tersibuk dan terpenting di dunia.
, SANAA – Konflik yang semula berpusat di Iran kini mengancam melebar ke salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Kelompok Houthi yang menguasai sebagian besar Yaman menyatakan kesiapan penuh untuk melancarkan aksi di Laut Merah, setelah menerima instruksi langsung dari Teheran menyusul serangan AS dan Israel sejak Sabtu (28/2).
Seorang sumber pemerintah Yaman, seperti dikutip Arab News, mengungkapkan bahwa Iran memerintahkan Houthi untuk menyerang kawasan Bab Al-Mandab dan Laut Merah. Instruksi itu disebut disampaikan melalui utusan khusus Iran untuk Houthi, Mohammad Ramazani.
Pemimpin Houthi, Abdulmalik Al-Houthi, membenarkan kesiapan kelompoknya dalam sebuah pidato pada Sabtu lalu. Ia menyerukan unjuk rasa besar-besaran di seluruh wilayah Yaman sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran.
“Solidaritas dengan Republik Islam Iran dan rakyat Iran yang terkasih adalah kewajiban Islam dan moral bagi semua Muslim, karena Iran saat ini sedang berperang melawan tirani Israel-Amerika yang biadab dan menargetkan seluruh bangsa,” kata Abdulmalik Al-Houthi dalam pidatonya yang dikutip kantor berita Yaman, SABA.
Al-Houthi tidak hanya berhenti pada retorika. Ia juga memastikan bahwa pasukannya telah dalam kondisi siap untuk menghadapi skenario apa pun.
“Kita bersiap sepenuhnya untuk menghadapi perkembangan apa pun yang diperlukan, dan tidak ada alasan untuk khawatir mengenai Republik Islam Iran dalam menghadapi agresi Amerika-Israel,” tegasnya.
Dalam pidato yang sama, Al-Houthi turut membela serangan balasan Iran yang menyasar pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk Arab. Menurutnya, menyerang pangkalan AS adalah tindakan yang sepenuhnya sah dan tidak bisa disamakan dengan agresi terhadap negara tuan rumah yang menampung pasukan Washington.
Pernyataan Houthi ini menempatkan Bab Al-Mandab, selat sempit di ujung selatan Laut Merah yang memisahkan Yaman dari Djibouti, kembali dalam sorotan. Selat itu adalah salah satu pintu masuk vital bagi kapal-kapal yang membawa minyak dan barang dagangan antara Asia, Eropa, dan Afrika. Gangguan di titik ini bukan hanya masalah militer, tetapi berpotensi menjadi guncangan bagi rantai pasokan global yang masih belum pulih sepenuhnya dari tekanan beberapa tahun terakhir.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: