Inggris Siapkan Kapal Induk HMS Prince of Wales untuk Timur Tengah Usai Disindir Trump

- Kemhan Inggris mempersiapkan kapal induk HMS Prince of Wales untuk kemungkinan pengerahan ke Timur Tengah, personel Royal Navy diminta siap berangkat dalam waktu lima hari meski belum ada arahan resmi
- Presiden AS Donald Trump menyindir PM Keir Starmer di Truth Social karena terlambat mengirim kapal induk, menyatakan AS sudah menang dan tidak membutuhkan bantuan Inggris lagi
- Wacana pengerahan ini muncul pasca pangkalan Inggris di Siprus diserang drone pada 1 Maret, mendorong negara Eropa seperti Prancis, Spanyol, dan Italia mengirim kapal perang ke Timur Tengah untuk membantu AS-Israel
, Jakarta – Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan kapal induk Angkatan Laut Kerajaan saat ini tengah disiapkan untuk kemungkinan dikerahkan ke Timur Tengah. Juru bicara Kemhan Inggris mengatakan personel Royal Navy kini sedang mempersiapkan HMS Prince of Wales, meski belum ada arahan resmi untuk memberangkatkan kapal perang tersebut.
Menurut laporan Sky News, personel Royal Navy telah diberi informasi mengenai potensi pengerahan ke Timur Tengah. Ada laporan bahwa kapal harus siap diberangkatkan dalam waktu lima hari.
BBC News juga mewartakan hal serupa dengan mengutip sejumlah sumber dari pertahanan. Jika benar dikerahkan, HMS Prince of Wales akan bergabung dengan HMS Dragon yang juga sedang dikirim ke wilayah tersebut.
Wacana pengerahan kapal induk Inggris ini mencuat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyindir Perdana Menteri Inggris Keir Starmer karena telat mengirim kapal induk ke Timur Tengah untuk membantu AS-Israel berperang melawan Iran. Dalam unggahan di Truth Social pada Sabtu (7/3) malam, Trump mengatakan AS sudah tidak membutuhkan kapal induk Inggris karena sudah menang.
“Inggris Raya, sekutu besar kita di masa lalu, mungkin juga yang terhebat dari semuanya, akhirnya mempertimbangkan dengan serius untuk mengirim dua kapal induk ke Timur Tengah. Tidak apa-apa, Perdana Menteri Starmer, kami tidak butuh kapal-kapal induk itu lagi. Tapi kami akan mengingatnya. Kami tidak butuh orang-orang yang baru ikut dalam perang setelah kami menang,” tulis Trump seperti dikutip AFP.
Pemerintah Inggris belakangan dikritik Partai Konservatif karena tak bertindak cepat melindungi Siprus dari serangan drone. Pangkalan Inggris di pulau tersebut diserang drone pada Minggu (1/3), yang awalnya disebut milik Iran namun belakangan Inggris menyatakan drone itu bukan berasal dari Teheran.
Pasukan AS berada di pangkalan Inggris di Siprus untuk bersiap melancarkan serangan ke Iran. Inggris awalnya tak setuju, namun akhirnya mengizinkan juga.
Siprus diserang setelah Starmer menyatakan mengizinkan pasukan AS memakai pangkalan London untuk menggempur Iran. Pasca Siprus diserang, negara-negara Eropa seperti Prancis, Spanyol, dan Italia ramai-ramai mengirim kapal perang ke wilayah tersebut untuk membantu Inggris dan AS.
Kemhan Inggris juga telah mengirim 400 personel tambahan ke Siprus serta mengaktifkan operasi jet tempur F-35 dan sistem pertahanan udara.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: