Pengadilan Seoul Hukum Mantan Ibu Negara Korsel Kim Keon Hee 20 Bulan Penjara karena Korupsi

- Mantan ibu negara Korea Selatan Kim Keon Hee divonis 20 bulan penjara atas kasus korupsi, namun dibebaskan dari tuduhan manipulasi saham
- Kim dinyatakan bersalah menerima suap lebih dari US$200.000 termasuk tas Chanel dan kalung Graff dari pemimpin sekte
- Vonis dijatuhkan saat suaminya, mantan presiden Yoon Suk Yeol, juga ditahan terkait deklarasi darurat militer Desember 2024
, SEOUL – Pengadilan Korea Selatan menjatuhkan hukuman penjara 20 bulan kepada mantan ibu negara Kim Keon Hee atas kasus korupsi. Vonis dibacakan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Rabu (28/1/2026).
Kim dinyatakan bersalah menerima suap, namun dibebaskan dari dakwaan manipulasi saham dan pelanggaran undang-undang pendanaan kampanye.
“Terdakwa dijatuhi hukuman satu tahun delapan bulan penjara,” kata hakim Woo In-sung.
Vonis ini dijatuhkan setelah suaminya, mantan presiden Yoon Suk Yeol, juga mendekam di tahanan. Yoon ditahan atas tindakan terkait deklarasi darurat militer Desember 2024 yang memicu kekacauan politik.
Kim sendiri ditahan atas tuduhan manipulasi saham dan menerima hadiah dari Gereja Unifikasi yang dianggap mirip sekte. Ia juga dituduh menerima suap besar dari kalangan bisnis dan politisi.
Total suap yang diterima Kim mencapai lebih dari US$200.000. Termasuk di dalamnya dua tas Chanel dan kalung Graff dari pemimpin sekte tersebut.
Hakim Woo In-sung menyatakan Kim bersalah atas korupsi dan menjatuhkan hukuman 20 bulan penjara. Namun ia dinyatakan tidak bersalah atas manipulasi saham dan pelanggaran undang-undang pendanaan kampanye.
Kim duduk di ruang sidang saat vonis dibacakan, mengenakan jas hitam, masker putih, dan kacamata.
Sebelumnya, dalam kesaksian terakhirnya bulan lalu, Kim telah membantah semua tuduhan. Ia menyebut tuduhan tersebut “sangat tidak adil.”
Meski membantah, Kim juga meminta maaf karena telah menyebabkan masalah. Ia bahkan menyebut dirinya bukan orang penting.
“Ketika saya mempertimbangkan peran saya dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya, tampaknya jelas bahwa saya telah membuat banyak kesalahan,” katanya pada Desember 2025.
Kasus Kim dan suaminya menjadi bagian dari rentetan skandal yang melanda elite politik Korea Selatan. Deklarasi darurat militer Yoon pada Desember 2024 memicu gejolak politik dan akhirnya meruntuhkan kepemimpinannya.
Hukuman 20 bulan penjara bagi Kim relatif ringan mengingat tuduhan yang dihadapinya. Namun pembebasan dari dakwaan manipulasi saham dan pendanaan kampanye menunjukkan pengadilan menilai tidak semua tuduhan terbukti.
Kasus ini kembali memperlihatkan betapa ketatnya penegakan hukum Korea Selatan terhadap pejabat tinggi. Beberapa mantan presiden negara tersebut juga pernah berakhir di penjara karena kasus serupa.
Pasangan suami istri yang kini sama-sama berada dalam tahanan ini menjadi simbol kejatuhan dari puncak kekuasaan. Yoon yang sempat menjabat sebagai presiden kini harus menghadapi konsekuensi hukum atas keputusan politiknya yang kontroversial.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: