Kaisar Kiasa Salurkan Mesin Penggiling Padi ke Petani Cilacap, Dorong Kedaulatan Pangan

- Anggota DPR RI Komisi XI Kaisar Kiasa menyerahkan mesin penggiling padi kepada kelompok tani di Desa Bojongsari dan Desa Madura, Kabupaten Cilacap, sebagai upaya memperkuat kemandirian petani dan efisiensi pascapanen.
- Bantuan tersebut dinilai selaras dengan agenda nasional menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam percepatan swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
- Tokoh masyarakat dan perwakilan warga menyatakan mesin penggiling padi sangat membantu petani, menekan biaya operasional, dan meningkatkan produktivitas kelompok tani di tingkat desa.
, Jakarta –Anggota DPR RI Komisi XI, Kaisar Kiasa Kasih Said Putra, menyalurkan bantuan mesin penggiling padi kepada kelompok tani di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungreja, serta Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis pada Minggu (14/12/2025) sebagai respons atas aspirasi petani yang selama ini belum memiliki akses alat penggilingan padi secara mandiri.
Kaisar menegaskan, bantuan ini merupakan bagian dari komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian rakyat, khususnya di tengah dinamika ekonomi nasional yang masih berfokus pada stabilitas harga pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Dalam giat reses kali ini, kami membagikan mesin penggiling padi sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada petani. Kedaulatan pangan harus dibangun dari desa,” ujar Kaisar dalam keterangan tertulis, Senin (15/12/2025).
Ia menjelaskan, meskipun inflasi nasional masih terjaga dalam kisaran target 2,5 persen, komoditas pangan, terutama beras, tetap menjadi faktor krusial yang memengaruhi daya beli masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Oktober 2025 mencapai 2,86 persen, dengan tekanan signifikan berasal dari kelompok harga pangan.
Menurut Kaisar, peran petani sangat strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Namun demikian, sektor pertanian masih menghadapi tekanan struktural. BPS mencatat subsektor tanaman pangan mengalami kontraksi 0,21 persen pada paruh pertama 2025, dengan pertumbuhan yang melambat pada triwulan III meski produksi padi secara agregat meningkat 13,2 persen.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa intervensi langsung di tingkat akar rumput, seperti bantuan alat produksi, pupuk, dan mesin penggiling, masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong percepatan swasembada pangan (food self-sufficiency). Pemerintah sendiri berencana menaikkan anggaran ketahanan pangan pada 2026 sebesar 31,7 persen menjadi Rp210,4 triliun, guna memperkuat produksi domestik, distribusi, serta daya beli masyarakat.
“Penguatan sarana produksi pertanian rakyat adalah bagian dari strategi besar menjaga ketahanan pangan nasional, meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP), sekaligus menopang stabilitas ekonomi ke depan,” pungkas Kaisar.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Bojongsari, Mulyana, menyambut positif bantuan tersebut. Ia menilai mesin penggiling padi akan sangat membantu kelompok tani dalam meningkatkan efisiensi pascapanen dan menekan biaya operasional.
“Bantuan dari Mas Kaisar ini sangat bermanfaat bagi kami. Mesin penggiling padi akan digunakan bersama oleh kelompok tani dan tentu meningkatkan produktivitas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan perwakilan warga Desa Madura, Aditiya Eka Prasetya, yang mengapresiasi inisiatif tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Mas Kaisar. Bantuan ini diterima warga dengan antusias tinggi,” tutupnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: