TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

16 Maret 2026
TODAY'S RECAP
Megawati Kirim Surat Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Serukan Visi Trisakti Bung Karno untuk Iran Ayam Rp40.000, Cabai Jauh di Bawah HET, Minyakita Turun Rp1.000: Hasil Sidak Mendag di Pasar Rawasari IHSG Dibuka Melemah 0,30% ke 7.115 di Awal Pekan, Pasar Lebih Khawatir Eskalasi Geopolitik ketimbang Janji Disiplin Fiskal Prabowo Dorong Kurikulum Koperasi Merah Putih di Sekolah, Chusni Mubarok: Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan Pakar: Trump Kehilangan Kendali dan Putus Asa Hadapi Iran Dari Persia untuk Dunia: Tiga Ilmuwan Iran yang Karyanya Jadi Rujukan Berabad-abad Perintah Presiden, Kapolri Jamin Lindungi Identitas Pemberi Informasi Kasus Andrie Yunus Trump Minta Inggris dan China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz Megawati Kirim Surat Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Serukan Visi Trisakti Bung Karno untuk Iran Ayam Rp40.000, Cabai Jauh di Bawah HET, Minyakita Turun Rp1.000: Hasil Sidak Mendag di Pasar Rawasari IHSG Dibuka Melemah 0,30% ke 7.115 di Awal Pekan, Pasar Lebih Khawatir Eskalasi Geopolitik ketimbang Janji Disiplin Fiskal Prabowo Dorong Kurikulum Koperasi Merah Putih di Sekolah, Chusni Mubarok: Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan Pakar: Trump Kehilangan Kendali dan Putus Asa Hadapi Iran Dari Persia untuk Dunia: Tiga Ilmuwan Iran yang Karyanya Jadi Rujukan Berabad-abad Perintah Presiden, Kapolri Jamin Lindungi Identitas Pemberi Informasi Kasus Andrie Yunus Trump Minta Inggris dan China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Cari berita

Korban Tewas Perang di Lebanon Lampaui 826 Jiwa Termasuk 106 Anak, Lima Rumah Sakit Berhenti Beroperasi

Poin Penting (3)
  • Korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon mencapai 826 jiwa termasuk 106 anak dan 65 perempuan, sementara lebih dari 2.000 warga terluka, lima rumah sakit besar telah menghentikan operasional sepenuhnya akibat ancaman serangan terhadap fasilitas medis.
  • Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menegaskan kelompoknya siap menghadapi perang panjang dan menyebut konflik ini sebagai pertempuran eksistensial, bukan sekadar pertempuran terbatas.
  • Israel menghancurkan jembatan strategis di Sungai Litani untuk memutus jalur logistik Hizbullah, langkah pertama Israel yang secara terbuka menarget fasilitas publik dalam konflik ini, kian memperburuk krisis kemanusiaan dan akses bantuan ke Lebanon selatan.

Resolusi.co, BEIRUT – Dampak kemanusiaan perang yang menyeret Lebanon dalam konflik AS-Israel versus Iran terus memburuk. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan korban tewas akibat gempuran Israel telah mencapai 826 jiwa per Minggu (15/3/2026), dengan lebih dari 2.000 warga mengalami luka-luka sejak awal Maret.

Data yang dihimpun Al-Jazeera memperinci wajah paling memilukan dari perang ini: sedikitnya 106 anak-anak dan 65 perempuan termasuk dalam daftar korban tewas. Sebanyak 31 paramedis yang sedang bertugas juga kehilangan nyawa mereka. Dua petugas kesehatan yang sempat dinyatakan hilang di Burj Qalawiya akhirnya ditemukan tewas di bawah puing-puing pusat layanan kesehatan primer yang hancur.

Krisis infrastruktur medis ikut menghantam Lebanon secara bersamaan. Lima rumah sakit besar terpaksa menghentikan seluruh operasional setelah menghadapi serangan langsung maupun ancaman keamanan yang membahayakan nyawa staf. Pemerintah Lebanon memperingatkan angka korban berpotensi terus melonjak selagi tim penyelamat masih menyisir reruntuhan.

Di tengah situasi tersebut, pemimpin Hizbullah Naim Qassem menegaskan sikapnya melalui pidato televisi yang disiarkan luas.

“Kita telah mempersiapkan diri untuk konfrontasi panjang, dan insya Allah, mereka akan terkejut di medan perang,” kata Qassem. Ia menegaskan bahwa konflik yang sedang berlangsung bukan sekadar bentrokan biasa.

“Ini adalah pertempuran eksistensial, bukan pertempuran yang terbatas atau sederhana,” lanjutnya.

Israel pada hari Jumat juga menghancurkan sebuah jembatan strategis yang melintasi Sungai Litani, penghubung wilayah Zrariyeh dan Tayr Falsay di Lebanon selatan. Militer Israel mengakui penghancuran itu dan menyebutnya sebagai “perlintasan kunci” bagi Hizbullah untuk membangun logistik tempur. Ini merupakan kali pertama Israel secara terbuka menyasar fasilitas umum sejak konflik besar ini pecah, sehingga akses bantuan kemanusiaan ke wilayah selatan kini semakin terputus.

Ribuan warga sipil kini terjebak tanpa jalur evakuasi yang memadai. Dunia internasional terus mendesak gencatan senjata, sementara PBB sebelumnya memperingatkan bahwa gangguan logistik di kawasan Teluk sudah mempersulit pengiriman pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar ke seluruh wilayah terdampak.