TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Krisis Energi Global Makin Parah, Minyak Tembus US$116 per Barel Pagi Ini

Poin Penting (3)
  • Harga minyak Brent melonjak lebih dari 3 persen tembus US$116 per barel Senin (30/3/2026) pagi imbas eskalasi perang AS-Israel vs Iran, ketua parlemen Iran peringatkan Teheran siap hadapi invasi darat AS, kelompok Houthi pendukung Iran luncurkan rudal ke Israel pertama kali, Israel perluas invasi ke Lebanon selatan
  • Penutupan Selat Hormuz ganggu seperlima pasokan minyak dan LNG global, jerumuskan dunia ke krisis energi terbesar dalam beberapa dekade, harga minyak naik hampir 60 persen sejak awal perang dorong kenaikan harga bahan bakar dunia paksa banyak negara adopsi langkah darurat hemat energi
  • CEO Onyx Capital Group Greg Newman sebut pasar energi baru mulai rasakan dampak konflik, prediksi harga Brent stabil naik menuju US$120 per barel dan seterusnya jika konflik berlanjut, analis peringatkan harga minyak terus naik kecuali lalu lintas maritim Selat Hormuz kembali normal

Resolusi.co, Jakarta – Harga minyak melonjak ke level tertinggi selama hampir dua pekan di tengah eskalasi di perang AS-Israel terhadap Iran. Dilansir dari Al-Jazeera, minyak mentah jenis Brent naik lebih dari 3 persen hingga menembus angka US$116 per barel pada Senin (30/3/2026) pagi.

Peningkatan pasokan ini terjadi setelah Iran mengatakan siap menghadapi invasi darat AS. Hal tersebut disampaikan oleh ketua parlemen negara Iran yang memperingatkan bahwa Teheran sedang menunggu kedatangan pasukan AS untuk melawan sekutu regional mereka.

Adapun, peringatan dari Iran itu muncul ketika konflik semakin memburuk selama akhir pekan kemarin. Situasi konflik semakin panas ketika kelompok Houthi yang didukung Iran meluncurkan rudal ke Israel untuk pertama kalinya dalam perang tersebut. Sementara itu, Israel memperluas invasinya ke Lebanon selatan.

Di samping itu, penutupan Selat Hormuz secara efektif telah mengganggu sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global dan menjerumuskan dunia ke dalam krisis energi terbesar dalam beberapa dekade.

Secara catatan, harga minyak telah naik hampir 60 persen sejak awal perang, mendorong kenaikan harga bahan bakar di seluruh dunia dan memaksa banyak negara untuk mengadopsi langkah-langkah darurat untuk menghemat energi.

Di samping itu, para analis telah memperingatkan bahwa harga minyak kemungkinan akan terus naik kecuali lalu lintas maritim kembali ke tingkat normal di selat tersebut.

CEO Onyx Capital Group, Greg Newman, mengatakan bahwa pasar energi baru mulai merasakan dampak dari konflik Iran dengan AS-Israel. Bahkan, dia memprediksi bahwa jika konflik terus berlanjut maka bukan tidak mungkin harga minyak Brent bakal meningkat dan menyentuh angka US$120 per barel.

“Harga Brent mulai mencerminkan realita, dan kami pikir akan ada kenaikan yang stabil dari sini menuju $120 dan seterusnya,” tutur Newman.