TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

MSCI Ubah Aturan Main, Pelaku Pasar Saham Bersiap Hadapi Gejolak

Poin Penting (3)
  • MSCI akan menerapkan metodologi baru dalam perhitungan indeks yang diprediksi memicu volatilitas tinggi di pasar saham Indonesia, terutama untuk saham baru dan berkapitalisasi besar.
  • Perubahan mencakup bobot awal yang lebih konservatif untuk saham baru, pengetatan Foreign Inclusion Factor, dan penggunaan data KSEI untuk perhitungan free float dengan dua skenario berbeda.
  • IHSG pekan ini turun 1,37% menjadi 8.951 dengan net sell asing Rp3,25 triliun, kontras dengan pekan sebelumnya yang masih mencatat net buy asing Rp4,20 triliun.

Resolusi.co, Jakarta – Perubahan metodologi perhitungan indeks oleh Morgan Stanley Capital International bakal memicu gejolak di bursa saham domestik dalam waktu dekat. Analis memprediksi volatilitas meningkat tajam, terutama untuk emiten yang baru masuk indeks dan saham-saham berkapitalisasi besar.

Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, menilai pengetatan aturan ini langsung berdampak pada bobot saham di indeks.

“Apabila MSCI menerapkan perubahan metodologi ini, potensi terciptanya volatilitas yang cukup tinggi di pasar dalam jangka pendek sangat besar, terutama terhadap saham-saham yang memiliki eksposur untuk masuk indeks MSCI,” kata Valdy dalam riset yang dirilis Jumat (23/1).

Metodologi baru itu mengatur bobot awal saham pendatang baru dihitung lebih konservatif. Artinya, proporsi mereka di indeks akan lebih kecil dibanding dengan perhitungan lama.

MSCI juga memperketat aturan Foreign Inclusion Factor, yakni parameter yang menentukan porsi saham yang boleh dimiliki dan diperdagangkan investor asing. Penurunan nilai FIF suatu emiten berpotensi mengecilkan bobotnya di indeks, yang kemudian memaksa manajer investasi global melakukan penyesuaian portofolio.

Perubahan lain menyangkut perhitungan free float. MSCI berencana menggunakan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai referensi tambahan, dengan menyiapkan dua skenario perhitungan.

Skenario pertama, atau proposed methodology, bisa memangkas free float sejumlah emiten besar secara signifikan. Sebab, MSCI bakal mengkategorikan kepemilikan korporasi, saham warkat, dan kategori lain sebagai non-publik.

Skenario kedua, alternate methodology, dampaknya lebih terbatas. Hanya saham warkat dan kepemilikan korporasi yang masuk kategori non-publik.

“Penurunan free float pada skenario tersebut relatif lebih terbatas jika dibandingkan dengan skenario pertama,” ujar Valdy.

Pasar saham Indonesia pekan ini justru dibayangi aksi jual asing. Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,37% dari posisi 9.075,40 menjadi 8.951,01 sepanjang pekan. Indeks gagal mempertahankan tren positif usai mencetak rekor tertinggi pada penutupan Selasa (20/1) di level 9.134.

Setelah menyentuh level tersebut, IHSG parkir di zona merah selama tiga hari perdagangan berturut-turut. Pada Jumat (23/1), indeks anjlok 0,46% atau 41,17 poin.

Dalam rentang 19 hingga 23 Januari, investor asing mencatatkan net sell Rp3,25 triliun. Kontras dengan pekan sebelumnya yang masih mencatat net buy asing Rp4,20 triliun.

Perubahan metodologi MSCI ini menjadi tantangan baru bagi pelaku pasar domestik yang sedang berupaya menjaga momentum positif awal tahun. Investor institusi global yang mengelola dana triliunan dolar menggunakan indeks MSCI sebagai acuan, sehingga setiap perubahan aturan berpotensi menggerakkan pasar secara masif.

Phintraco memperkirakan saham-saham yang selama ini masuk kategori blue chip dengan kepemilikan asing besar akan menjadi yang paling terpengaruh. Penyesuaian portofolio oleh dana-dana global bisa memicu tekanan jual tambahan di tengah kondisi pasar yang sudah sensitif.

Meski demikian, dampak jangka panjang dari perubahan metodologi ini masih perlu dievaluasi lebih lanjut. Beberapa analis menilai pasar akan kembali stabil setelah masa transisi selesai dan investor sudah menyesuaikan strategi mereka.