Pendaki Yasid Ahmad Ditemukan Tewas Usai 24 Hari Hilang di Bukit Mongkrang

- Yasid Ahmad Firdaus (26) ditemukan tewas di sungai kawasan Bukit Mitis setelah hilang 24 hari di Bukit Mongkrang, Tawangmangu.
- Jasad ditemukan relawan gabungan pada Selasa pagi pukul 08.00 WIB dalam kondisi masih utuh, meski sebagian perlengkapan terbawa arus.
- Yasid hilang sejak 18 Januari saat mendaki, operasi SAR resmi ditutup 31 Januari, namun pencarian mandiri terus berlanjut hingga jenazah ditemukan.
, Karanganyar – Yasid Ahmad Firdaus, pendaki berusia 26 tahun yang hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, akhirnya ditemukan. Namun nyawanya sudah tak tertolong.
Jenazah Yasid ditemukan di aliran sungai kawasan Bukit Mitis pada Selasa pagi (10/2). Tim relawan gabungan yang melakukan pencarian mandiri menemukan tubuhnya sekitar pukul 08.00 WIB.
“Tadi kita temukan bersama relawan, kita temukan di sungai wilayah Mitis. Kita temukan jam sekira 08.00 WIB, ini dievakuasi ke bawah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno.
Kondisi jasad Yasid masih utuh saat ditemukan. Relawan mengenali korban dari ciri-ciri fisik dan barang bawaannya.
“Betul, Yasid. Alhamdulillah jasadnya masih utuh. Informasinya ada sepatu dan kaus kaki yang mungkin terbawa arus,” ujar Hendro.
Jenazah Yasid dibawa ke RSUD Karanganyar setelah proses evakuasi dari lokasi penemuan. Keluarga telah diberitahu dan menunggu kedatangan jenazah di rumah sakit.
Yasid dilaporkan hilang setelah melakukan pendakian di Bukit Mongkrang pada Minggu, 18 Januari lalu. Operasi SAR resmi dibuka sehari kemudian, Senin (19/1), dan berlangsung selama tujuh hari hingga Minggu (25/1).
Pencarian kemudian diperpanjang hingga Sabtu, 31 Januari. Namun saat itu Yasid belum ditemukan dan operasi SAR resmi ditutup.
Relawan gabungan kemudian melanjutkan pencarian secara mandiri. Upaya yang tidak pernah berhenti itu akhirnya membuahkan hasil, meski dengan akhir yang tragis.
Bukit Mongkrang di Tawangmangu memang dikenal sebagai jalur pendakian yang menantang. Medan berkontur dan kerap berkabut tebal menjadi risiko tersendiri bagi pendaki yang kurang berpengalaman.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: