TODAY'S RECAP
Viral Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni, Pertamina Langsung MembantahLaga Penentu Nasib Madura United: Hadapi PSM dengan Rekor Head to Head yang Nyaris Sempurna SeimbangPrabowo Berkelakar soal Kesamaan Nama dengan Kapolri dan Panglima TNI di Acara Panen Udang KebumenBulog Pastikan Stok Minyakita Aman Secara Nasional, Papua Satu-satunya Wilayah BermasalahMenkeu Purbaya Targetkan Rupiah ke Rp15.000, Andalkan Masuknya Modal Asing ke Pasar ObligasiPencarian Berakhir Duka: Firdaus, Jemaah Haji RI yang Hilang di Makkah, Ternyata Sudah WafatViral Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni, Pertamina Langsung MembantahLaga Penentu Nasib Madura United: Hadapi PSM dengan Rekor Head to Head yang Nyaris Sempurna SeimbangPrabowo Berkelakar soal Kesamaan Nama dengan Kapolri dan Panglima TNI di Acara Panen Udang KebumenBulog Pastikan Stok Minyakita Aman Secara Nasional, Papua Satu-satunya Wilayah BermasalahMenkeu Purbaya Targetkan Rupiah ke Rp15.000, Andalkan Masuknya Modal Asing ke Pasar ObligasiPencarian Berakhir Duka: Firdaus, Jemaah Haji RI yang Hilang di Makkah, Ternyata Sudah WafatViral Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni, Pertamina Langsung MembantahLaga Penentu Nasib Madura United: Hadapi PSM dengan Rekor Head to Head yang Nyaris Sempurna SeimbangPrabowo Berkelakar soal Kesamaan Nama dengan Kapolri dan Panglima TNI di Acara Panen Udang KebumenBulog Pastikan Stok Minyakita Aman Secara Nasional, Papua Satu-satunya Wilayah BermasalahMenkeu Purbaya Targetkan Rupiah ke Rp15.000, Andalkan Masuknya Modal Asing ke Pasar ObligasiPencarian Berakhir Duka: Firdaus, Jemaah Haji RI yang Hilang di Makkah, Ternyata Sudah WafatViral Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni, Pertamina Langsung MembantahLaga Penentu Nasib Madura United: Hadapi PSM dengan Rekor Head to Head yang Nyaris Sempurna SeimbangPrabowo Berkelakar soal Kesamaan Nama dengan Kapolri dan Panglima TNI di Acara Panen Udang KebumenBulog Pastikan Stok Minyakita Aman Secara Nasional, Papua Satu-satunya Wilayah BermasalahMenkeu Purbaya Targetkan Rupiah ke Rp15.000, Andalkan Masuknya Modal Asing ke Pasar ObligasiPencarian Berakhir Duka: Firdaus, Jemaah Haji RI yang Hilang di Makkah, Ternyata Sudah Wafat

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

24 Mei 2026
TODAY'S RECAP
Viral Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni, Pertamina Langsung Membantah Laga Penentu Nasib Madura United: Hadapi PSM dengan Rekor Head to Head yang Nyaris Sempurna Seimbang Prabowo Berkelakar soal Kesamaan Nama dengan Kapolri dan Panglima TNI di Acara Panen Udang Kebumen Bulog Pastikan Stok Minyakita Aman Secara Nasional, Papua Satu-satunya Wilayah Bermasalah Menkeu Purbaya Targetkan Rupiah ke Rp15.000, Andalkan Masuknya Modal Asing ke Pasar Obligasi Pencarian Berakhir Duka: Firdaus, Jemaah Haji RI yang Hilang di Makkah, Ternyata Sudah Wafat Usai Jalani Mediasi Dua Jam, Clara Shinta Minta Doa dan Rahasiakan Hasil Pembahasan dengan Suami Viral Video Sampah Menggunung di Pantai Branta Pamekasan, Anak-anak Pun Bermain di Antara Tumpukannya Viral Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni, Pertamina Langsung Membantah Laga Penentu Nasib Madura United: Hadapi PSM dengan Rekor Head to Head yang Nyaris Sempurna Seimbang Prabowo Berkelakar soal Kesamaan Nama dengan Kapolri dan Panglima TNI di Acara Panen Udang Kebumen Bulog Pastikan Stok Minyakita Aman Secara Nasional, Papua Satu-satunya Wilayah Bermasalah Menkeu Purbaya Targetkan Rupiah ke Rp15.000, Andalkan Masuknya Modal Asing ke Pasar Obligasi Pencarian Berakhir Duka: Firdaus, Jemaah Haji RI yang Hilang di Makkah, Ternyata Sudah Wafat Usai Jalani Mediasi Dua Jam, Clara Shinta Minta Doa dan Rahasiakan Hasil Pembahasan dengan Suami Viral Video Sampah Menggunung di Pantai Branta Pamekasan, Anak-anak Pun Bermain di Antara Tumpukannya

Cari berita

Persipura Kalah, Jayapura Membara: Ambulans Brimob pun Tak Luput dari Amukan Massa

Poin Penting (3)
  • Kerusuhan pecah di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, usai Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga play-off promosi Liga 2 pada Jumat malam, 8 Mei 2026, menggagalkan mimpi Mutiara Hitam kembali ke kasta tertinggi.
  • Massa suporter merusak fasilitas stadion, membakar ban dan kendaraan di area parkir, termasuk ambulans Brimob, dengan total 20 mobil dan 7 motor hangus terbakar.
  • Brimob, Polres Jayapura, dan TNI menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa; Polda Papua menduga ada provokator dan masih mendata kerugian material secara menyeluruh.

Resolusi.co, Jakarta – Stadion Lukas Enembe di Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, berubah menjadi lautan api pada Jumat malam, 8 Mei 2026. Ribuan suporter Persipura yang datang dengan harapan menyaksikan tim kebanggan mereka kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia justru pulang menanggung kekecewaan, dan sebagian dari mereka meluapkannya dengan cara yang menghancurkan.

Pemicunya adalah kekalahan tipis Persipura 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga play-off promosi Pegadaian Championship 2025/2026. Gol tunggal Adilson Silva pada injury time babak pertama menjadi penentu kemenangan Adhyaksa FC, sekaligus memastikan Persipura gagal naik kasta musim depan.

Kegagalan itu bukan sekadar kekalahan biasa. Persipura adalah ikon sepak bola Indonesia yang selama beberapa musim terakhir terpuruk di kasta kedua. Harapan untuk bangkit kini kembali tertunda, dan tribun penuh sesak itu menjadi saksi bagaimana kesedihan berubah menjadi kemarahan dalam hitungan menit.

Kekecewaan ribuan suporter langsung memuncak usai wasit asal Uzbekistan, Asker Nadjfaliev, meniup peluit panjang. Penonton melempar botol, flare, dan berbagai benda keras ke arah lapangan serta aparat keamanan. Ratusan suporter kemudian masuk ke lapangan dan merusak sejumlah fasilitas stadion, mulai dari bench pemain, kaca pintu masuk, hingga perlengkapan pertandingan lainnya.

Aksi anarkis berlanjut ke luar area lapangan. Massa membakar ban di depan pintu utama untuk memblokade akses keluar bagi pemain Adhyaksa FC dan perangkat pertandingan. Sedikitnya tiga unit mobil yang terparkir di jalan masuk pintu utama ikut dibakar, sementara beberapa kendaraan milik kepolisian dan pejabat setempat mengalami kerusakan akibat lemparan batu dan perusakan paksa.

“Massa di barat sama timur, terbagi dua. Ini terjadi pembakaran mobil-mobil penonton di depan stadion,” ujar Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan, malam itu. “Kami tetap mencegah, mengimbau agar masyarakat tidak brutal dan anarkis. Sejauh ini kami masih berusaha memukul mundur massa,” tambahnya.

Guna membubarkan massa yang semakin beringas, personel Brimob Polda Papua bersama Polres Jayapura yang dibantu unsur TNI melepaskan tembakan gas air mata.

Panik akibat gas air mata dan desak-desakan, sejumlah penonton dilaporkan pingsan, sementara beberapa personel Polri yang berjaga di garis depan terkena lemparan batu dari arah massa suporter.

Hingga Sabtu pagi, skala kerusakan mulai tergambar lebih jelas. Sebanyak 20 mobil dan 7 motor hangus terbakar. Polda Papua menegaskan tidak akan tinggal diam dan menduga ada oknum tertentu yang memanfaatkan situasi untuk memicu kerusuhan.

Di antara kendaraan yang menjadi korban adalah ambulans milik kepolisian. Fakta ini menjadi catatan tersendiri, bukan hanya soal kerusakan material, tapi tentang seberapa jauh amarah bisa mengaburkan akal sehat di tengah kerumunan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menyatakan bahwa aparat masih melakukan pendataan menyeluruh terkait total kerugian material. “Fasilitas umum, kios milik masyarakat, serta kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan mengalami kerusakan dan pembakaran,” ujar Cahyo, Sabtu (9/5/2026).

Konferensi pers yang biasa digelar usai pertandingan dibatalkan. Pemain Persipura maupun Adhyaksa FC bertahan di dalam stadion selama beberapa jam, dan baru sekitar pukul 23.00 WIT rombongan kedua tim terlihat meninggalkan lokasi menuju penginapan masing-masing.

Hingga menjelang dini hari Sabtu, proses sterilisasi kawasan stadion masih berlangsung, sementara pendataan kerusakan dan evaluasi sistem pengamanan pertandingan mulai dilakukan. Belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa.