Prabowo Melanjutkan Diplomasi Global: Usai Terima Nishan-e-Pakistan, Kini Duduk Semeja dengan Putin di Kremlin

- Prabowo bertemu Vladimir Putin di Kremlin untuk membahas penguatan kemitraan strategis Indonesia–Rusia serta isu-isu internasional dan regional terkini.
- Pertemuan ini merupakan pertemuan kedua Prabowo–Putin pada 2025, setelah sebelumnya bertemu di Saint Petersburg pada Juni.
- Sebelum ke Moskow, Prabowo menerima penghargaan tertinggi Nishan-e-Pakistan dari Presiden Asif Ali Zardari atas kontribusinya memperkuat hubungan Indonesia–Pakistan.
, Jakarta —Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian diplomasi internasionalnya. Setelah menerima penghargaan tertinggi Nishan-e-Pakistan dari Presiden Asif Ali Zardari, Prabowo langsung bertolak ke Moskow untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Rabu (10/12).
Dalam siaran langsung Sekretariat Presiden, Prabowo terlihat duduk berdampingan dengan Putin. Keduanya didampingi delegasi masing-masing dan tampak terlibat percakapan intens. Prabowo hadir bersama Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara itu, Putin didampingi Wamenlu Andrey Rudenko, Deputi Direktur Protokol Kemlu Rusia Alexander Prusov, serta Deputi Direktur Departemen Asia ke-3 Pavel Klabukov.
Pertemuan kedua pemimpin negara ini difokuskan pada penguatan kemitraan strategis Indonesia–Rusia, termasuk kerja sama pertahanan, energi, hingga isu-isu regional terkini. Ini menjadi pertemuan kedua Prabowo dan Putin sepanjang 2025, setelah sebelumnya bersua di Saint Petersburg pada 19 Juni lalu.
Sebelum tiba di Moskow, Prabowo menerima langsung bintang kehormatan Nishan-e-Pakistan dalam upacara resmi di Ruang Iqbal, Aiwan-e-Sadr, Selasa (9/12). Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi besarnya dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Pakistan. Presiden Asif Ali Zardari, didampingi Perdana Menteri Shehbaz, menyematkan langsung tanda kehormatan tertinggi tersebut kepada Prabowo.
Dengan kunjungan ini, Prabowo mempertegas posisi Indonesia dalam diplomasi global, sekaligus membuka ruang kerja sama strategis di tengah dinamika geopolitik internasional.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: