Renovasi Gedung Putih Diduga Kedok Pembangunan Bunker Rahasia Era Trump

, AMERIKA SERIKAT – Gedung Putih Amerika Serikat tengah menjalani proyek renovasi sejak Oktober 2025. Rencana Presiden Donald Trump adalah membangun ballroom besar dan mewah di sayap kiri Gedung Putih.
Namun, sejumlah rumor beredar terkait tujuan sebenarnya dari renovasi tersebut. Beberapa sumber menyebutkan pembangunan ballroom hanyalah kamuflase, karena Trump memiliki agenda lain yakni membangun bunker berteknologi canggih.
Tepat di bawah sayap timur Gedung Putih, terdapat bunker rahasia yang sangat aman. Bunker ini berfungsi sebagai Pusat Operasi Darurat Kepresidenan (PEOC) saat keamanan negara dalam kondisi terancam.
Bunker Gedung Putih pernah digunakan oleh Wakil Presiden AS ke-46, Dick Cheney saat terjadi Serangan 11 September 2001. Cheney beserta sejumlah pejabat langsung dievakuasi ke bunker setelah muncul rumor Gedung Putih menjadi target serangan berikutnya.
Menurut catatan sejarah, bunker Gedung Putih telah dibangun sejak 1941 oleh Presiden Franklin D. Roosevelt. Situasi saat itu sangat genting setelah Pearl Harbour dihancurkan oleh tentara Jepang, sehingga presiden memerintahkan pembangunan bunker di bawah Gedung Putih.
CNN melaporkan bahwa bunker tersebut kemungkinan besar sedang dirancang ulang bersamaan dengan renovasi sayap kiri Gedung Putih. Bunker berusia 80 tahun itu akan diperbaharui menggunakan teknologi lebih modern untuk mengantisipasi ancaman senjata yang semakin canggih. Namun, hampir tidak ada satu pun pihak Gedung Putih yang mengonfirmasi proyek bunker tersebut.
Meskipun demikian, Direktur Manajemen dan Administrasi Gedung Putih Joshua Fisher beberapa waktu lalu mengatakan renovasi ballroom secara keseluruhan dapat meningkatkan keamanan, menyediakan infrastruktur yang tangguh, dan memiliki fungsi yang tepat untuk menjalani misi.
Pernyataan tersebut membuat Fisher didesak untuk menjelaskan tujuan sebenarnya dari proyek renovasi sayap kiri Gedung Putih. Ia kemudian menjawab bahwa proyek ini bersifat sangat rahasia dan tengah dikerjakan di bawah tanah.
“Ada beberapa hal terkait proyek ini yang terus terang bersifat rahasia dan saat ini sedang kami kerjakan. Hal itu tidak menghalangi kami untuk mengubah struktur di atas permukaan tanah, tetapi pekerjaan itu perlu dipertimbangkan saat mengerjakan proyek renovasi sayap timur yang bukan bagian dari proses NCPC (Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional),” kata Fisher.
Pihak Gedung Putih menolak memberikan komentar kepada CNN terkait rumor renovasi bunker. Namun, dalam sidang pengadilan pekan lalu mengenai gugatan penghentian sementara renovasi sayap timur, pihak Gedung Putih menyatakan jika renovasi dihentikan dapat membahayakan keamanan nasional.
Presiden Roosevelt pada awalnya membangun bunker di Gedung Putih yang mampu menahan ledakan bom. Namun, fasilitas tersebut terus ditingkatkan seiring berjalannya waktu sehingga semakin ketat dan aman.
Pintu masuk bunker dapat diakses dari sayap timur Gedung Putih, lalu menuruni beberapa lantai dan melewati pintu super besar yang menyerupai brankas bank. Di dalam bunker terdapat tempat tidur, persediaan makanan, air, dan saluran komunikasi yang tidak dapat dibajak.
Konon, di dalam bunker itu terdapat jalur evakuasi khusus. Jalur ini dapat digunakan untuk mengevakuasi presiden dari Gedung Putih ke lokasi lain yang lebih aman.
Bunker tersebut juga mencakup ruang PEOC, yakni fasilitas komando dan kendali terpusat untuk presiden dan stafnya. Fasilitas ini dapat memantau pergerakan musuh ketika akan menyerang AS.
“PEOC digunakan saat keadaan darurat. Itu bukan tempat yang dikunjungi oleh semua orang,” kata mantan agen Secret Service AS, Jonathan Wackrow.
Hingga kini, renovasi sayap timur Gedung Putih masih belum lepas dari kontroversi. Proyek ini banyak dikecam setelah biaya yang dibutuhkan terus membengkak, dari semula US$200 juta atau Rp3,3 triliun kini menjadi US$400 juta atau Rp6,7 triliun (kurs Rp16.950).
Para ajudan Trump tetap bersikeras dengan menyatakan bahwa Gedung Putih saat ini tidak mampu mengakomodasi jamuan kenegaraan skala besar tanpa infrastruktur permanen. Meski begitu, ada kecurigaan bahwa biaya yang membengkak tidak hanya digunakan untuk renovasi ballroom, tetapi juga untuk membangun bunker yang canggih.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: