Sudaryono: Pemerintah Siapkan Pengumuman Swasembada Pangan

- Pemerintah menyiapkan pengumuman swasembada pangan untuk komoditas beras dan jagung, namun jadwalnya ditunda karena fokus penanganan bencana.
- Pencatatan produksi tetap dilakukan hingga akhir 2025 dan awal 2026 untuk memastikan tidak ada impor.
- Mentan Amran Sulaiman menyebut produksi beras naik 4,17 juta ton, dengan stok nasional mencapai 3,7 juta ton pada 2025.
, Jakarta – Pemerintah memastikan rencana pengumuman keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan tetap berjalan, meski waktu penyampaiannya belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Komoditas yang disiapkan untuk diumumkan sebagai tidak lagi bergantung pada impor adalah beras dan jagung.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Karena itu, jadwal pengumuman swasembada pangan dipastikan mundur dari rencana semula.
“Kalau nggak salah diundur. Tidak tanggal 31 (Desember 2025), karena sekarang kita lagi fokus pada kedaruratan bencana. Jadi tidak ada pengumuman di malam 31 Desember,” kata Sudaryono saat ditemui di Kantor HKTI Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Sudaryono menjelaskan, pencatatan produksi beras dan jagung tetap berjalan hingga 31 Desember 2025 dan berlanjut pada awal Januari 2026. Jika hingga periode tersebut tidak ada impor yang dilakukan, maka Indonesia resmi masuk kategori swasembada pangan untuk dua komoditas tersebut.
“Secara pencatatan tetap berjalan. Pengumuman masih kita pertimbangkan karena situasi kedaruratan. Tapi swasembada yang dihitung adalah beras dan jagung,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman sempat menyampaikan target pengumuman swasembada pangan pada 1 Januari 2026. Amran menyebut keberhasilan tersebut didukung peningkatan signifikan produksi nasional.
Produksi beras, misalnya, diproyeksikan meningkat 4,17 juta ton sehingga mencapai 34,79 juta ton sepanjang Januari–Desember 2025. Ia juga menyebut stok beras nasional tahun ini berada pada posisi tertinggi dengan capaian 3,7 juta ton.
“Produksi beras meningkat 4,17 juta ton, ini data BPS. Insyaallah dua minggu kemudian kita bisa umumkan Indonesia swasembada pangan,” ujar Amran dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (15/12/2025).
Pemerintah menyiapkan pengumuman swasembada pangan untuk komoditas beras dan jagung, namun jadwalnya ditunda karena fokus penanganan bencana.
Pencatatan produksi tetap dilakukan hingga akhir 2025 dan awal 2026 untuk memastikan tidak ada impor.
Mentan Amran Sulaiman menyebut produksi beras naik 4,17 juta ton, dengan stok nasional mencapai 3,7 juta ton pada 2025.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: