Trump Minta Wilayah Udara Venezuela Dianggap Tertutup, Caracas Protes Keras

- Trump meminta wilayah udara Venezuela dianggap tertutup, tanpa memberikan penjelasan resmi.
- Pemerintah Venezuela mengecam keras, menyebutnya sebagai ancaman kolonialis dan pelanggaran kedaulatan.
- Pejabat AS dan pakar militer mempertanyakan langkah tersebut, karena tidak ada indikasi operasi penegakan larangan.
, Jakarta — Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu menyatakan bahwa wilayah udara di atas dan sekitar Venezuela harus dianggap “sepenuhnya tertutup”. Pernyataan yang ia sampaikan pada 29 Novermber 2025, waktu setempat, tanpa memberikan penjelasan tambahan, sehingga memicu kebingungan dan kekhawatiran di Caracas ditengah meningkatnya tekanan Washington terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
Trump menyampaikan seruan tersebut melalui unggahan di Truth Social. Ia meminta “maskapai penerbangan, pilot, pengedar narkoba, dan pedagang manusia” untuk memperlakukan wilayah udara Venezuela sebagai area yang tertutup total.
Sejumlah pejabat AS justru mengaku terkejut dengan pernyataan Trump dan menyatakan tidak mengetahui adanya operasi militer AS untuk menegakkan penutupan wilayah udara tersebut. Pentagon menolak memberi komentar, sementara Gedung Putih belum memberikan penjelasan resmi.
Pemerintah Venezuela merespons keras pernyataan Trump. Dalam keterangan tertulis ditanggal yang sama, Caracas menyebut komentar itu sebagai “ancaman kolonialis” yang melanggar kedaulatan Venezuela dan tidak sejalan dengan hukum internasional.
Pemerintah menyebut sikap Trump sebagai tindakan bermusuhan dan sepihak yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hubungan internasional.
Pertanyaan soal Potensi Zona Larangan Terbang
Pensiunan letnan jenderal Angkatan Udara AS, David Deptula—yang pernah memimpin zona larangan terbang di Irak utara pada 1998–1999—menilai pernyataan Trump justru menimbulkan lebih banyak tanda tanya.
Menurutnya, penerapan larangan terbang di atas Venezuela akan membutuhkan perencanaan besar dan dukungan sumber daya yang signifikan.
“Iblis ada dalam detailnya,” ujar Deptula, merujuk pada kompleksitas operasi semacam itu.
Sebelumnya, pemerintahan Trump telah menimbang sejumlah opsi terhadap Venezuela, termasuk operasi untuk melawan dugaan keterlibatan Maduro dalam penyelundupan narkoba. Maduro telah berkali-kali membantah tudingan tersebut.
Laporan sebelumnya AS mempertimbangkan berbagai langkah, termasuk upaya menggulingkan Maduro, menyusul penumpukan kekuatan militer besar-besaran di kawasan Karibia serta hampir tiga bulan operasi terhadap kapal-kapal yang dicurigai membawa narkoba di lepas pantai Venezuela. Trump juga dilaporkan mengizinkan operasi rahasia CIA di negara tersebut.
Maduro yang berkuasa sejak 2013 menuduh Trump berupaya menjatuhkannya. Ia menegaskan bahwa rakyat dan militer Venezuela akan menolak setiap intervensi asing.
Pada awal pekan ini, Trump juga mengatakan kepada personel militer AS bahwa negara itu akan segera memulai operasi darat untuk menghentikan dugaan aktivitas perdagangan narkoba oleh warga Venezuela.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: