Inflasi Jawa Timur November 2025 Tembus 2,63 Persen, Sumenep Tertinggi

- Inflasi tahunan Jawa Timur pada November 2025 tercatat sebesar 2,63 persen.
- Sumenep menjadi daerah dengan inflasi tertinggi, mencapai 3,26 persen.
- Kenaikan harga pangan dan perawatan pribadi menjadi penyumbang utama inflasi.
, Surabaya – Provinsi Jawa Timur mencatat tingkat inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 2,63 persen pada November 2025. Angka ini menunjukkan bahwa harga rata-rata barang dan jasa di wilayah itu naik signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut laporan BPS Jawa Timur (BPS Jatim) inflasi tersebut tercatat setelah evaluasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di seluruh kabupaten/kota di Jatim. Meskipun inflasi provinsi secara umum menunjukkan angka moderat, ada daerah yang mencatat inflasi lebih tinggi.
Khusus di Kabupaten Sumenep — inflasi tercatat sebagai yang tertinggi di Jatim. Kenaikan harga di Sumenep pada periode yang sama mencapai 3,26 persen.
Penyumbang utama inflasi Jatim berasal dari beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong signifikan, seiring dengan kenaikan harga komoditas pokok. Kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya pun memberikan andil besar terhadap lonjakan inflasi.
BPS Jatim menyatakan meskipun terjadi inflasi, tingkat 2,63 persen masih tergolong terkendali. Namun, pemerintah daerah maupun pelaku usaha diimbau untuk terus memantau harga kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat — terutama di wilayah dengan inflasi tinggi seperti Sumenep — tetap stabil.
Dengan data ini, masyarakat diharap lebih cermat dalam mengatur pengeluaran, terutama di sektor pangan dan kebutuhan harian. Pemantauan distribusi dan stok barang menjadi penting agar kenaikan harga tidak semakin memberatkan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: