TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

14 April 2026

Cari berita

Stok Pangan Strategis Aman, Bapanas: Tak Ada Rencana Impor Jelang 2026

Poin Penting (3)
  • Pemerintah memastikan tidak ada kebutuhan impor beras, cabai, daging ayam ras, dan telur ayam ras hingga akhir 2025 karena proyeksi Bapanas menunjukkan kondisi surplus untuk semua komoditas pangan strategis tersebut.
  • Inflasi beras year-to-date 2025 sebesar 3,46 persen masih dalam target nasional, dengan beras mengalami deflasi bulanan pada November 2025 dan menjadi salah satu penahan inflasi.
  • Bapanas intensifkan distribusi pangan ke zona 3 (Maluku-Papua) untuk jaga stabilitas harga, serta dorong kolaborasi petani-offtaker untuk memperlancar mobilisasi cabai dengan harga yang menguntungkan produsen dan konsumen.

Resolusi.co, JAKARTA – Pemerintah memastikan Indonesia tidak memerlukan tambahan impor pangan strategis menjelang pergantian tahun 2026. Proyeksi Neraca Pangan Nasional menunjukkan sejumlah komoditas utama seperti beras dan cabai berada dalam kondisi surplus hingga akhir 2025.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Pangan Nasional Kelik Budiana menyatakan bahwa kebutuhan pangan nasional dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri.

“Komoditas strategis seperti beras, cabai, daging ayam ras, dan telur ayam ras berada dalam kondisi surplus, sehingga tidak memerlukan tambahan pasokan impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Kelik dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Kelik menjelaskan bahwa ketersediaan beras nasional hingga akhir 2025 masih berada di atas kebutuhan konsumsi. Kondisi ini ditopang oleh produksi yang berlangsung sepanjang tahun serta tidak adanya impor beras konsumsi. Surplus pasokan tersebut turut berdampak pada pengendalian inflasi.

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas perunggasan. Bapanas mencatat produksi telur dan daging ayam ras sepanjang 2025 diperkirakan melampaui kebutuhan nasional, sejalan dengan tren surplus dalam proyeksi neraca pangan.

Badan Pusat Statistik mencatat beras mengalami deflasi bulanan dan menjadi salah satu penahan inflasi pada November 2025. Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi menuturkan inflasi beras secara year-to-date sejak 1 Januari hingga 30 November 2025 sebesar 3,46 persen, masih berada dalam rentang target inflasi pangan nasional.

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga antarwilayah, Bapanas bersama kementerian dan lembaga terkait terus mengintensifkan intervensi distribusi pangan, terutama beras dan minyak goreng, di wilayah yang masih berpotensi mengalami disparitas harga seperti zona 3 yang mencakup Maluku dan Papua.

Pada komoditas cabai, Bapanas mendorong penguatan kolaborasi antara petani, asosiasi, dan offtaker, termasuk Rumah Tani Nusantara serta pedagang di Pasar Induk Kramat Jati. Skema kemitraan tersebut untuk memperlancar mobilisasi cabai dari sentra produksi ke wilayah konsumsi dengan mekanisme harga yang menguntungkan petani dan tetap wajar bagi konsumen.