TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

16 April 2026

Cari berita

Drone Siluman AS Mengendap Jelang Operasi Maduro

Poin Penting (3)
  • Drone siluman Angkatan Udara AS, RQ-170 Sentinel, terpantau kembali ke pangkalan militer di Puerto Rico jelang mencuatnya kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
  • AS belum mengonfirmasi keterlibatan RQ-170 dalam operasi Venezuela, namun kemunculannya yang berdekatan dengan serangan presisi memicu dugaan peran intelijen dan pengintaian.
  • RQ-170 dikenal sebagai drone paling rahasia milik AS dengan kemampuan siluman tinggi untuk misi intelijen, pengawasan, dan operasi militer sensitif lintas negara.

Resolusi.co, Jakarta – Aktivitas militer Amerika Serikat kembali menjadi sorotan. Sebuah drone siluman canggih milik Angkatan Udara AS, RQ-170 Sentinel, dilaporkan terpantau beroperasi jelang mencuatnya kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh militer Amerika Serikat.

Pesawat tanpa awak tersebut disebut terlihat kembali ke pangkalan militer AS di Puerto Rico setelah rangkaian operasi militer yang dikaitkan dengan Venezuela, termasuk operasi khusus yang berujung pada penangkapan Maduro.

Sejumlah video dan foto yang beredar di media sosial pada 3 Januari 2026 memperlihatkan sebuah pesawat nirawak berdesain flying-wing mendarat di fasilitas militer AS di Puerto Rico. Bentuk dan konfigurasinya dinilai identik dengan RQ-170 Sentinel.

Identifikasi itu dilakukan oleh analis pengamat terbuka (open-source intelligence/OSINT) yang menilai ciri fisik pesawat tersebut sesuai dengan desain khas RQ-170, sebagaimana dikutip dari Army Recognition, Selasa (6/1/2026).

Hingga kini, pemerintah AS belum memberikan konfirmasi resmi terkait keterlibatan drone siluman tersebut dalam operasi penangkapan Maduro. Namun, kemunculannya yang berdekatan dengan serangan presisi dan operasi pasukan khusus di Venezuela memunculkan dugaan kuat bahwa RQ-170 digunakan dalam tahap pengumpulan intelijen.

RQ-170 Sentinel dikenal sebagai salah satu platform pesawat tanpa awak paling rahasia dalam inventaris Angkatan Udara AS. Drone ini dirancang untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) di wilayah dengan tingkat pertahanan tinggi.

Dengan desain sayap tanpa ekor dan material penyerap radar, RQ-170 memiliki jejak radar yang sangat rendah, sehingga sulit dideteksi sistem pertahanan udara lawan. Drone ini juga dibekali sensor pasif yang memungkinkan pengintaian tanpa memancarkan sinyal aktif.

Munculnya kembali RQ-170 di Puerto Rico setelah rangkaian aktivitas militer lintas negara itu memperkuat dugaan penggunaan teknologi siluman canggih AS untuk mendukung operasi sensitif di kawasan Amerika Latin, meski detail perannya dalam operasi Venezuela masih diselimuti kerahasiaan.