TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Sekolah Garuda Hadir! Mimpi Siswa Pelosok Tembus Kampus Dunia Kini Lebih Dekat

Poin Penting (3)
  • Program Sekolah Garuda diluncurkan pemerintah untuk pemerataan pendidikan unggul dengan dua skema: 20 Sekolah Garuda Baru di daerah 3T dan 80 Sekolah Garuda Transformasi dari SMA/MA existing hingga 2029
  • Fokus pendidikan berbasis STEM dengan model berasrama dan kurikulum internasional, bertujuan mencetak generasi Indonesia yang mampu bersaing di perguruan tinggi terbaik dunia
  • Anggaran Rp 2 triliun dialokasikan tahun 2025, dengan 16 sekolah pertama tersebar dari Aceh hingga Papua sebagai pilot project program Indonesia Emas 2045

Resolusi.co, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi memperkenalkan Program Sekolah Garuda pada Rabu (8/10/2025). Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh pelosok negeri.

Program ini diluncurkan serentak di 16 wilayah Indonesia, mencakup berbagai provinsi dari Aceh hingga Papua. Peluncuran melibatkan 12 titik Sekolah Garuda Transformasi dan 4 lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa program ini lahir dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Nomor 4. Sekolah Garuda dirancang untuk membangun ekosistem pendidikan unggul yang terintegrasi di setiap kabupaten.

“Sekolah Garuda berdiri di atas tiga pilar utama, yakni penyeimbang akses bagi seluruh anak bangsa agar dapat berprestasi, inkubator pemimpin untuk menyiapkan generasi emas Indonesia 2045, terutama di bidang sains dan teknologi, serta pendidikan berkualitas yang menyatu dengan pengabdian masyarakat,” ujar Menteri Brian.

Program ini terbagi dalam dua skema berbeda namun saling melengkapi. Skema pertama adalah Sekolah Garuda Baru yang akan dibangun dari nol di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta daerah dengan keterbatasan akses pendidikan unggul. Skema kedua adalah Sekolah Garuda Transformasi yang merupakan program penguatan bagi SMA/MA yang sudah ada.

Pemerintah menargetkan pembangunan 20 Sekolah Garuda Baru hingga tahun 2029, dengan empat sekolah pertama dimulai pada 2025 dan diharapkan beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Untuk Sekolah Garuda Transformasi, sebanyak 80 sekolah akan dikembangkan hingga 2029.

Empat lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru yang diperkenalkan berada di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara). Lokasi-lokasi ini dipilih karena masih memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan unggul.

Sementara itu, 12 sekolah yang terpilih menjadi Sekolah Garuda Transformasi antara lain SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh), SMA Unggul Del (Sumatera Utara), MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (Sumatera Selatan), SMAN Unggulan MH Thamrin (DKI Jakarta), SMA Cahaya Rancamaya (Jawa Barat), dan SMA Taruna Nusantara (Jawa Tengah). Sekolah lainnya tersebar di Kalimantan, Gorontalo, Maluku, dan Papua.

“Dengan ekosistem yang terwujud dalam dua skema ini, Sekolah Garuda bukan sekadar pembangunan sekolah, tetapi sebuah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Indonesia yang cerdas, berdaya saing global, dan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal,” tambah Menteri Brian.

Program Sekolah Garuda mengusung model sekolah berasrama dengan kurikulum berstandar internasional. Fokus pendidikan diarahkan pada bidang sains, teknologi, rekayasa, serta pembentukan karakter kepemimpinan. Program ini juga mengintegrasikan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Dalam kunjungannya ke salah satu Sekolah Garuda Transformasi, AHY menekankan pentingnya penguatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).

“Saya mendorong Kemdiktisaintek, karena berbicara masa depan Indonesia, transformasi ekonomi, hanya bisa diwujudkan dengan penguatan Sains, Technology, Enginering, Mathematics (STEM), dan itu harus dimulai dari sekarang, salah satunya melalui Sekolah Garuda Transformasi ini,” ujar Menko AHY.

Sekolah Garuda dirancang sebagai ekosistem pembelajaran inklusif dengan kurikulum berbasis data dan fasilitas yang efisien. Program transformasi meliputi pembinaan siswa, peningkatan kapasitas guru, serta penguatan manajemen sekolah agar mampu mengoptimalkan potensi menuju standar pendidikan kelas dunia.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 triliun untuk program Sekolah Garuda di tahun 2025. Anggaran ini akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Program ini diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi anak Indonesia dari berbagai pelosok negeri untuk menembus kampus-kampus terbaik dunia. Sekolah Garuda juga diposisikan sebagai wadah penempaan karakter, riset, dan inovasi yang akan melahirkan pemimpin bangsa yang tangguh dan visioner menuju Indonesia Emas 2045.