Dirut BEI Iman Rachman Mundur Setelah IHSG Anjlok Dua Hari Beruntun

- Direktur Utama BEI Iman Rachman mundur dari jabatan sebagai bentuk tanggung jawab atas anjloknya IHSG dua hari beruntun yang memaksa trading halt
- Tekanan jual masif terjadi pada saham perbankan, energi, dan komoditas dengan arus dana asing keluar besar-besaran dari pasar domestik
- Pengumuman MSCI soal kekhawatiran transparensi struktur kepemilikan saham Indonesia memicu spekulasi penurunan bobot dalam indeks global
, Jakarta – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya, Jumat (30/1) pagi. Keputusan itu diambil setelah Indeks Harga Saham Gabungan terjun bebas dua hari berturut-turut dan memaksa bursa menghentikan perdagangan.
“IHSG mengalami tekanan yang sangat dalam dalam dua hari terakhir dan situasi ini menuntut tanggung jawab kepemimpinan. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Direktur Utama BEI,” kata Iman di Gedung BEI, Jakarta, Jumat pagi.
Iman menegaskan langkah mundurnya sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar modal yang terjadi.
“Ini sebagai bentuk tanggung jawab saya, saya harap semua akan membaik,” ujarnya.
IHSG merosot tajam sejak Rabu (29/1). Penurunan melampaui ambang batas harian, sehingga BEI terpaksa menerapkan trading halt pada Rabu dan Kamis. Mekanisme ini ditujukan untuk menjaga stabilitas pasar dan mencegah kepanikan investor yang membabi buta.
Data perdagangan menunjukkan tekanan jual terjadi secara masif. Saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan, energi, dan komoditas menjadi sasaran utama. Arus dana asing keluar dalam jumlah besar, memperparah kelesuan pasar domestik.
Pemicu utama sentimen negatif adalah pengumuman Morgan Stanley Capital International terkait hasil konsultasi penilaian free float saham Indonesia. MSCI menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Tanah Air, meski mengakui ada perbaikan kualitas data.
Kekhawatiran itu memicu spekulasi bahwa bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI bakal tertekan ke depan. Dampaknya langsung terasa pada keputusan investasi dana global berbasis indeks. Investor institusi asing merespons dengan aksi jual besar-besaran dalam dua hari terakhir.
Iman menyebut BEI sudah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk koordinasi intensif dengan Otoritas Jasa Keuangan, pelaku pasar, dan pemangku kepentingan lain. Namun, tekanan eksternal yang kuat dinilai berada di luar kendali bursa.
Pada perdagangan Jumat pagi, IHSG sempat dibuka menguat 88,88 poin atau 1,08 persen ke posisi 8.321,08. Namun penguatan itu belum cukup untuk menutupi kerusakan dua hari sebelumnya.
Pengunduran diri Iman Rachman menambah panjang daftar gejolak di sektor keuangan Indonesia di awal tahun ini.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: