Diundang ke Istana, Bos Garuda Indonesia Dapat Pesan Khusus dari Prabowo Soal Teknologi

- Presiden Prabowo Subianto meminta Garuda Indonesia mengikuti perkembangan teknologi penerbangan dunia dalam pertemuan dengan Dirut Glenny Kairuppan di Istana Kepresidenan.
- Diskusi juga melibatkan CTO Danantara dan perwakilan Embraer, namun belum ada arahan pembelian pesawat baru, fokusnya pada koordinasi teknologi.
- Garuda saat ini masih menghadapi tantangan dengan 34 pesawat grounded dan tengah melanjutkan pembahasan rencana pembelian pesawat Boeing.
, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta PT Garuda Indonesia tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi penerbangan global. Pesan ini disampaikan saat Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairuppan, menghadap ke Istana Kepresidenan, Jakarta.
Glenny hadir bersama Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa, dalam pertemuan yang membahas kondisi terkini industri penerbangan di Indonesia. Diskusi berkisar pada teknologi pesawat terbaru dan kemajuan yang terjadi di sektor transportasi udara.
“Ya biasa, dengan pak Sigit, bicara-bicara, ngobrol-ngobrol, tentang penerbangan lah, penerbangan di Indonesia, tentang Garuda, tentang pesawat-pesawat yang super super maju sekarang, teknologi-teknologi yang maju,” ungkap Glenny di Istana Kepresidenan, Selasa (3/2/2026).
Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo meminta Garuda Indonesia untuk mengikuti perkembangan teknologi dunia.
“Yaa itu harus, ikuti perkembangan teknologi dunia,” ucapnya.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Embraer, produsen pesawat asal Brasil. Meski ada diskusi, Glenny mengatakan belum ada arahan untuk membeli produk dari pabrikan tersebut.
Diskusi lebih diarahkan pada pengembangan teknologi di angkutan udara, bukan transaksi pembelian pesawat.
“Ya jadi kita diskusi. Rencana beli belum, kita baru koordinasi masalah teknologi-teknologi,” tandas Glenny.
Saat ini, Garuda Indonesia masih menghadapi tantangan operasional dengan 34 pesawat yang berstatus grounded atau belum bisa terbang. Dari total armada yang dimiliki, Garuda mengoperasikan 58 pesawat dari 72 unit, sementara Citilink menerbangkan 31 dari 56 armada.
Wakil Direktur Garuda Indonesia, Thomas Sugiarto Oentoro, mengungkap kondisi tersebut dalam Public Expose pada November 2025. Jumlah pesawat Citilink yang beroperasi direncanakan bertambah menjadi 38 unit menjelang periode libur akhir tahun untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Di sisi lain, Garuda Indonesia masih melanjutkan pembahasan rencana pembelian pesawat Boeing. Director of Maintenance Garuda Indonesia, Mukhtaris, menuturkan diskusi dengan pabrikan masih berlangsung dan belum mencapai kesepakatan final.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: