TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

AS Tegaskan di PBB Akan Lumpuhkan Sumber Dana Maduro dan Kartel Narkoba Venezuela

Poin Penting (3)
  • Amerika Serikat menegaskan akan memutus sumber dana Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan jaringan narkoba yang dituding terkait.
  • Pernyataan disampaikan dalam sidang Dewan Keamanan PBB dan diikuti peningkatan tekanan ekonomi serta militer.
  • Rusia dan China mengkritik langkah AS, sementara Venezuela membantah seluruh tuduhan tersebut.

Resolusi.co, Jakarta — Amerika Serikat menegaskan komitmennya untuk memutus seluruh sumber daya finansial Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan jaringan narkoba yang dituding terafiliasi dengan pemerintahannya. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan AS dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (23/12/2025).

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB menyatakan bahwa Washington akan menegakkan sanksi secara maksimal guna melemahkan jaringan kriminal transnasional yang dinilai mengancam stabilitas kawasan Amerika dan keamanan global. AS menuding Maduro memiliki keterkaitan dengan kelompok yang dikenal sebagai Cartel de los Soles, yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkotika lintas negara.

Dalam pernyataannya, Amerika Serikat menilai kejahatan terorganisasi lintas negara sebagai salah satu ancaman paling serius saat ini. Karena itu, AS berkomitmen menggunakan seluruh instrumen hukum dan ekonomi untuk menghentikan aliran dana yang mendukung aktivitas ilegal tersebut.

Pemerintahan Presiden Donald Trump juga dilaporkan telah meningkatkan tekanan terhadap Venezuela melalui penguatan kehadiran militer di kawasan, intersepsi kapal minyak, serta penetapan jaringan kartel tersebut sebagai organisasi teroris asing. Langkah ini, menurut AS, bertujuan mencegah penggunaan sumber daya ekonomi untuk mendukung aktivitas kriminal dan terorisme.

Namun, sikap Washington menuai kritik dari sejumlah negara. Rusia memperingatkan bahwa tindakan sepihak Amerika Serikat dapat menciptakan preseden berbahaya bagi negara-negara Amerika Latin. Sementara itu, China menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Pemerintah Venezuela dengan tegas membantah tudingan tersebut. Caracas menyatakan tidak ada keterkaitan antara negara dan jaringan narkoba, serta menilai langkah AS sebagai provokasi dan bentuk agresi yang tidak memiliki dasar hukum internasional.

Sidang Dewan Keamanan PBB kali ini menjadi pertemuan lanjutan setelah diskusi serupa digelar beberapa bulan sebelumnya. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela pun terus menjadi sorotan komunitas internasional, seiring meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan tersebut.