TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

13 Maret 2026

Cari berita

Anwar Ibrahim Desak AS Bebaskan Maduro, Sebut Penangkapan Pelanggaran Hukum Internasional

Poin Penting (3)
  • Perdana Menteri Malaysia menilai penangkapan Presiden Venezuela dan istrinya oleh AS sebagai pelanggaran hukum internasional dan berpotensi menciptakan preseden berbahaya.
  • Anwar menekankan rakyat Venezuela berhak menentukan nasibnya sendiri, dan penyelesaian harus melalui dialog serta de-eskalasi, bukan kekuatan eksternal.
  • Maduro ditangkap AS pada 3 Januari 2026, terkait tuduhan dukungan terhadap kartel narkoba, memuncak dari ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan Maduro.

Resolusi.co, Jakarta – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mendesak Amerika Serikat (AS) segera membebaskan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Menurut Anwar, tindakan AS terhadap Maduro merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Hal itu disampaikan Anwar melalui akun X resminya, Minggu (4/1/2026). Ia menekankan, operasi militer AS terhadap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, bersifat tidak biasa dan luar biasa luas.

“Saya telah mengikuti perkembangan di Venezuela dengan keprihatinan yang mendalam. Pemimpin Venezuela dan istrinya ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat yang luar biasa luas dan bersifat tidak biasa. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap negara berdaulat,” ujar Anwar.

Anwar mendesak agar AS segera membebaskan Maduro dan Cilia Flores tanpa penundaan. Menurutnya, tindakan semacam itu bisa menimbulkan preseden berbahaya bagi tatanan internasional.

“Presiden Maduro dan istrinya harus dibebaskan tanpa penundaan yang tidak semestinya. Apa pun alasannya, pemecatan paksa kepala pemerintahan yang sedang menjabat melalui tindakan eksternal menciptakan preseden yang berbahaya. Hal itu mengikis batasan mendasar terhadap penggunaan kekuasaan antarnegara dan melemahkan kerangka hukum yang mendasari tatanan internasional,” jelasnya.

Anwar menegaskan, rakyat Venezuela memiliki hak penuh untuk menentukan nasibnya sendiri. Malaysia, kata dia, menghormati kedaulatan setiap negara dan mendorong penyelesaian masalah melalui dialog.

“Malaysia menganggap penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan sebagai hal yang terpenting untuk hubungan damai antar negara. Keterlibatan konstruktif, dialog, dan de-eskalasi tetap menjadi jalan paling kredibel menuju hasil yang melindungi warga sipil dan memungkinkan warga Venezuela untuk mengejar aspirasi sah mereka tanpa membahayakan lebih lanjut,” tambahnya.

Maduro ditangkap oleh AS pada Sabtu (3/1/2026). Penangkapan ini merupakan puncak ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dengan Maduro, yang dituduh mendukung kartel narkoba.