Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39 Persen, Purbaya Klaim Lampaui China

- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2025 mencapai 5,39 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir dan melampaui China yang tumbuh 5 persen
- Purbaya menilai penurunan prospek oleh Moody's tidak akurat karena dilakukan sebelum data ekonomi terbaru dirilis, dan meminta pelaku pasar tidak panik menghadapi fluktuasi IHSG
- Secara tahunan, ekonomi Indonesia 2025 tumbuh 5,11 persen, menempatkan negara ini di peringkat pertama pertumbuhan ekonomi di antara negara G20
, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis kekhawatiran pasar terkait kondisi ekonomi nasional. Ia menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia justru mencatatkan rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya di Kompleks Parlemen, Senin (9/2/2026), sehari setelah Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi tajam menyusul penurunan prospek Indonesia oleh Moody’s.
“Pertumbuhan ekonominya 5,39 persen. Paling tinggi dalam 5 tahun terakhir. Tahunannya 5,11 persen. Lebih tinggi dari China,” kata Purbaya.
Angka 5,39 persen itu merujuk pada pertumbuhan kuartal IV-2025. Capaian tersebut melampaui China yang hanya tumbuh 5 persen sepanjang 2025.
Purbaya menilai penurunan prospek oleh Moody’s tidak relevan dengan kondisi riil perekonomian. Ia menyebut lembaga pemeringkat itu datang ke Indonesia sebelum data pertumbuhan ekonomi dirilis Badan Pusat Statistik.
“Ya orang takut. Prospek ekonomi kita mungkin enggak bagus gara-gara sinyal dari Moody’s. Padahal Moody’s ke sini kan sebelum angka keluar. Sekarang lebih gampang menunjuknya,” ujar Purbaya.
Ia mengaku telah memperbaiki fondasi ekonomi sejak akhir tahun lalu. Hasilnya mulai terlihat pada kuartal keempat 2025, saat ekonomi sempat terancam melemah tetapi bisa dibalik arah.
“Saya betul-betul memperbaiki fondasi ekonomi. Dan sudah terlihat di triwulan keempat tahun lalu. Itu kan lagi mau jatuh, bisa kita balikin ke situ,” katanya.
Menkeu Purbaya yakin ekonomi nasional bisa tumbuh 6 persen dalam waktu dekat. Keyakinan itu ditopang oleh sederet kebijakan yang sudah diluncurkan sejak penghujung 2025.
“Pemerintahan kita punya senjata yang pas,” tambahnya.
Ia juga meminta pelaku pasar modal tidak panik menghadapi fluktuasi IHSG. Menurut Purbaya, volatilitas yang terjadi hanya reaksi sesaat akibat kekeliruan estimasi Moody’s.
“Jadi kemungkinan besar ada yang salah hitung dari situ. Nanti yang ke depan, kalau kita jaga terus seperti ini, akan berubah juga dengan sendiri. Jadi orang di pasar modal enggak usah terlalu khawatir,” tegasnya.
Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 mencapai 5,39 persen secara year-on-year. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022. Secara kumulatif sepanjang 2025, ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen.
Capaian Indonesia tersebut menempatkan negara ini di peringkat pertama pertumbuhan ekonomi di antara negara-negara G20. Posisi itu mengalahkan China, Arab Saudi, hingga negara-negara Uni Eropa.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: