Harga Minyak Naik Menjelang Dialog AS-Iran, WTI Tembus US$64 per Barel

- Harga minyak dunia naik setelah Iran gelar latihan angkatan laut di Selat Hormuz menjelang pembicaraan dengan AS, WTI naik 1,3% ke US$63,71 dan Brent ke US$68,65 per barel
- Menlu Iran telah bertemu kepala badan nuklir PBB untuk membahas proposal yang akan diajukan dalam dialog tidak langsung dengan utusan khusus AS pada Selasa
- Analis memperingatkan pasar minyak tetap tidak stabil karena ketidakpastian geopolitik, dan premi risiko bisa cepat berkurang jika ketegangan mereda
, Selat Hormuz – Harga minyak dunia menguat dari penutupan Jumat setelah Iran menggelar latihan angkatan laut di sekitar Selat Hormuz, tepat sebelum pembicaraan dengan Amerika Serikat dijadwalkan berlanjut Selasa sore.
West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati US$64 per barel. Tidak ada penutupan pada Senin karena libur nasional AS. Brent sendiri ditutup di bawah US$69.
Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan pasukan Garda Revolusi Iran tengah melakukan latihan angkatan laut di wilayah Selat Hormuz. Jalur air ini vital, mengangkut sekitar seperlima barel minyak dunia.
Volume perdagangan relatif sepi pada Senin. Jumlah kontrak Brent yang diperdagangkan turun ke level terendah tahun ini karena AS dan Kanada libur. Sementara itu, banyak pasar di Asia merayakan Tahun Baru Imlek pekan ini.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah mengadakan pembicaraan dengan kepala badan pengawas nuklir PBB. Menurut televisi pemerintah Iran, mereka membahas proposal yang akan diajukan dalam pembicaraan tidak langsung dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff pada Selasa.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan dia optimistis Teheran dan Washington dapat mengatasi konfrontasi dan permusuhan yang tegang selama bertahun-tahun.
“Pasar tetap tidak stabil akibat ketidakpastian geopolitik,” kata analis ANZ Group Holdings Ltd, Brian Martin dan Daniel Hynes.
Negosiasi juga dijadwalkan antara Rusia dan Ukraina di Jenewa pada Selasa dan Rabu. Meski prospek berakhirnya konflik yang hampir berlangsung empat tahun dan kembalinya minyak Rusia tampak tipis.
“Jika ketegangan di Timur Tengah mereda atau kemajuan yang berarti dicapai dalam perang Ukraina, premi risiko yang saat ini tertanam dalam harga minyak dapat dengan cepat berkurang,” tambah keduanya.
Harga WTI untuk pengiriman Maret naik 1,3 persen dari penutupan Jumat menjadi US$63,71 per barel pada pukul 7.15 pagi di Singapura. Harga Brent untuk pengiriman April naik 1,3 persen menjadi US$68,65 per barel pada Senin waktu AS.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: