TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Roti O Klarifikasi Penolakan Pembayaran Tunai, Janjikan Evaluasi dan Perbaikan Layanan

Poin Penting (3)
  • Manajemen Roti O menjelaskan kebijakan pembayaran cashless diterapkan untuk kemudahan transaksi serta memberi promo bagi pelanggan.
  • Perusahaan mengaku telah melakukan evaluasi internal usai kasus viral penolakan pembayaran tunai oleh seorang nenek.
  • Roti O menyampaikan permintaan maaf dan berjanji meningkatkan kualitas pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Resolusi.co, Jakarta — Manajemen Roti O akhirnya angkat bicara terkait viralnya video pegawai gerai yang menolak pembayaran tunai dari seorang nenek. Pihak perusahaan menjelaskan, kebijakan pembayaran non-tunai (cashless) di seluruh outlet bertujuan mempermudah transaksi sekaligus memberikan berbagai promo bagi pelanggan.

“Penggunaan aplikasi dan transaksi non-tunai di outlet kami bertujuan untuk memberikan kemudahan serta memberikan berbagai promo dan potongan harga bagi pelanggan setia,” tulis manajemen Roti O melalui akun Instagram resmi @rotio.indonesia, dikutip Senin (22/12/2025).

Pihak Roti O menyatakan telah melakukan evaluasi internal terkait kejadian tersebut. Langkah ini dilakukan agar pelayanan ke depan dapat lebih baik dan responsif terhadap berbagai kondisi pelanggan.

“Saat ini kami sudah melakukan evaluasi internal agar ke depannya tim kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” tulis pihak manajemen.

Roti O juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang memicu ketidaknyamanan publik.

“Kami mohon maaf atas kejadian yang beredar dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Terima kasih atas masukan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami,” tulisnya.

Sebelumnya, beredar video di media sosial yang menampilkan seorang pegawai toko roti menolak pembayaran tunai dari seorang nenek karena gerai hanya menerima pembayaran non-tunai seperti QRIS. Dalam video tersebut, seorang pria tampak memprotes kebijakan toko setelah melihat sang nenek tak bisa bertransaksi lantaran tidak memiliki serta tidak memahami metode pembayaran digital.