Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Jalani Tes DNA di Posko Ante Mortem

- Keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 menjalani pemeriksaan DNA di posko ante mortem untuk mendukung identifikasi jenazah di Makassar dan Jawa Barat.
- Haerul Gunawan, adik co-pilot, serta keluarga pramugari Esther Aprilita telah memberikan sampel DNA.
- Proses ini adalah bagian dari prosedur ilmiah tim DVI untuk mencocokkan data keluarga dengan temuan korban kecelakaan di Gunung Bulusaraung.
, Makassar — Keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, mendatangi posko ante mortem untuk menjalani pemeriksaan DNA sebagai bagian dari upaya identifikasi jenazah. Pengambilan data ini dilakukan di Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulawesi Selatan di Jalan Kumala, Makassar.
Proses pemeriksaan ante mortem ini melibatkan tim Disaster Victim Identification (DVI) dan ditujukan agar pihak berwenang dapat mencocokkan sampel dari keluarga dengan kemungkinan temuan jenazah di lokasi kecelakaan.
Salah satu yang hadir adalah Haerul Gunawan, adik kandung Muhammad Farhan Gunawan, salah seorang korban yang bertugas sebagai co-pilot. Sampel DNA diambil dari dirinya untuk memperkuat data pembanding nantinya.
Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris, mengatakan pengambilan DNA bertujuan untuk mempercepat proses identifikasi jika tubuh korban ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Selain proses di Makassar, keluarga dari salah seorang pramugari, Esther Aprilita, juga menjalani pemeriksaan data ante mortem dan pengambilan DNA di Jawa Barat oleh tim DVI Polda setempat.
Pengambilan rangkaian data ante mortem dan DNA dilakukan oleh pihak kepolisian dengan koordinasi lintas wilayah untuk memastikan setiap korban bisa diidentifikasi secara ilmiah.
Haris menambahkan bahwa upaya jemput bola dilakukan untuk menghubungi keluarga korban lainnya agar ikut serta dalam pemeriksaan data dan pengambilan sampel DNA.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport hilang kontak dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026) siang dan dipastikan mengalami kecelakaan di pegunungan Bulusaraung. Tim SAR gabungan telah menemukan serpihan pesawat dan satu jenazah yang belum teridentifikasi.
Prosedur pemeriksaan ante mortem ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dan tim SAR dalam menyelesaikan proses identifikasi korban secara akurat di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: