Mendorong Kepemimpinan Perempuan Muda, DPP GMPK Kawal Indonesia Emas 2045

, JAKARTA — Perempuan muda dinilai memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, ruang bagi perempuan muda untuk memimpin, berkarya, dan terlibat dalam berbagai sektor pembangunan perlu terus diperluas.
Pandangan tersebut disampaikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa dan Pelajar Kebangsaan (DPP GMPK), Cut Rasyidah. Menurutnya, semangat emansipasi perempuan di era sekarang tidak cukup berhenti pada kesetaraan dalam wacana, tetapi harus diwujudkan melalui kesempatan yang nyata untuk berkontribusi.
“Perempuan muda bukan hanya penonton, melainkan bagian penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Semangat emansipasi hari ini adalah bagaimana perempuan diberikan ruang untuk tumbuh, memimpin, berkarya, dan ikut menyelesaikan persoalan bangsa,” ujar Cut Rasyidah.
Ia mengatakan, bonus demografi dan perkembangan zaman menuntut generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penerima manfaat pembangunan. Anak muda, termasuk perempuan, harus ditempatkan sebagai bagian dari kekuatan utama yang ikut merumuskan sekaligus menjalankan agenda pembangunan nasional.
Menurut Cut, perempuan muda memiliki kapasitas untuk mengambil peran di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, politik, hingga kewirausahaan. Namun, potensi tersebut membutuhkan ekosistem yang memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang dan mengambil keputusan.
“Kalau kita berbicara tentang Indonesia Emas 2045, maka kita sedang berbicara tentang masa depan generasi hari ini. Karena itu, perempuan muda harus dipersiapkan bukan hanya untuk menjadi pelengkap, tetapi menjadi pemimpin dan pelaku pembangunan,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, DPP GMPK menyatakan akan terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai agenda kebangsaan. Organisasi tersebut memandang pembangunan nasional tidak dapat dilepaskan dari partisipasi anak muda yang memiliki gagasan, energi, dan kepedulian terhadap masa depan Indonesia.
Cut menambahkan, kepemimpinan perempuan muda juga harus dibangun berdasarkan kapasitas dan karya. Menurutnya, perempuan tidak perlu sekadar diberi ruang karena identitasnya sebagai perempuan, tetapi harus memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan memberikan kontribusi terbaik.
“Yang kita dorong adalah kesempatan yang setara. Perempuan muda harus punya ruang untuk membuktikan bahwa mereka mampu memimpin, menghasilkan karya, dan memberikan solusi bagi persoalan masyarakat,” tuturnya.
DPP GMPK berharap gerakan mendorong kepemimpinan perempuan muda dapat menjadi bagian dari kontribusi generasi muda dalam mengawal agenda Indonesia menuju 2045. Bagi organisasi tersebut, Indonesia Emas bukan sekadar target pembangunan, melainkan cita-cita bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk perempuan muda.
“Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir hanya dari kebijakan pemerintah. Ia membutuhkan generasi yang mau bekerja, berpikir, dan mengambil tanggung jawab. Perempuan muda harus menjadi bagian dari generasi itu,” pungkas Cut.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: