Nasdaq Ajukan Perpanjangan Jam Perdagangan, Wall Street Bersiap Menuju Bursa 24 Jam

- Nasdaq mengajukan rencana ke SEC untuk memperpanjang jam perdagangan saham hingga hampir 24 jam per hari, lima hari seminggu.
- Langkah ini bertujuan memenuhi permintaan investor global dan memperluas akses perdagangan lintas zona waktu.
- Implementasi ditargetkan pada paruh kedua 2026, meski masih menghadapi tantangan infrastruktur dan likuiditas.
, Jakarta – Bursa saham Nasdaq tengah mengajukan rencana besar untuk memperpanjang jam perdagangan saham di Amerika Serikat. Langkah ini menandai persiapan Wall Street menuju sistem perdagangan hampir 24 jam sehari selama lima hari dalam sepekan.
Nasdaq menyatakan akan mengajukan proposal resmi kepada Securities and Exchange Commission (SEC) AS untuk memperluas jam operasional perdagangan saham. Jika disetujui, jam perdagangan Nasdaq akan meningkat dari sekitar 16 jam per hari menjadi hampir penuh sepanjang hari.
Rencana tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan global terhadap akses perdagangan saham AS. Saat ini, saham-saham Amerika Serikat menyumbang hampir dua pertiga dari total kapitalisasi pasar saham dunia, sehingga investor internasional membutuhkan fleksibilitas waktu yang lebih luas.
Dalam skema yang diusulkan, Nasdaq akan membagi perdagangan ke dalam dua sesi. Sesi siang berlangsung dari pukul 04.00 hingga 20.00 waktu setempat, sementara sesi malam dibuka dari pukul 21.00 hingga 04.00 keesokan harinya. Perdagangan dimulai pada Minggu malam dan berakhir pada Jumat malam.
Manajemen Nasdaq menilai perluasan jam perdagangan ini dapat memberikan peluang lebih besar bagi investor ritel maupun institusi untuk bertransaksi sesuai zona waktu masing-masing. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat mengalihkan aktivitas perdagangan yang selama ini berlangsung di luar bursa resmi.
Meski demikian, implementasi perdagangan hampir 24 jam tidak lepas dari tantangan. Nasdaq menyebut keberhasilan rencana ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, termasuk sistem kliring dan penyelesaian transaksi yang mampu beroperasi tanpa henti.
Sejumlah pelaku industri keuangan di Wall Street masih bersikap hati-hati terhadap rencana tersebut. Mereka menyoroti potensi risiko likuiditas yang lebih rendah serta volatilitas harga yang lebih tinggi pada jam perdagangan di luar sesi utama.
Nasdaq menargetkan perluasan jam perdagangan ini dapat mulai diterapkan secara penuh pada paruh kedua 2026, setelah memperoleh persetujuan regulator dan kesiapan teknis seluruh pemangku kepentingan.
Jika terealisasi, kebijakan ini akan menjadi langkah penting dalam transformasi pasar modal AS menuju sistem perdagangan modern yang beroperasi hampir sepanjang waktu.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: