TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Nyanyi di Aspal Sepatan Berjam-jam, Pinkan Mambo Buka Angka Penghasilannya dari TikTok Live

Poin Penting (3)
  • Pinkan Mambo, mantan personel Duo Ratu, kini aktif siaran langsung di TikTok sambil bernyanyi dan menari di pinggir jalan Sepatan, Tangerang, dengan konsep yang ia samakan dengan hiburan dangdut keliling.
  • Dalam satu sesi live sekitar tiga setengah jam, Pinkan berhasil mengumpulkan pendapatan hingga Rp26 juta dari saweran penonton, meski ia mengakui hasilnya tidak selalu konsisten dan bisa turun hingga Rp2 juta per sesi.
  • Seluruh pekerjaan dikelola Pinkan sendiri tanpa tim, merangkap sebagai penyanyi, penari, kameramen sekaligus DJ yang memainkan musik pengiringnya sendiri.

Resolusi.co, Tangerang – Bagi sebagian orang, nama Pinkan Mambo melekat erat pada era kejayaan Duo Ratu di awal 2000-an. Kini, penyanyi itu memilih panggung yang jauh berbeda, bahu jalan di kawasan Sepatan, Tangerang, lengkap dengan kostum menor dan speaker portabel, siaran langsung di TikTok demi saweran dari penonton daring.

Pinkan mengaku konsep yang ia usung memang sengaja dibuat dekat dengan estetika hiburan rakyat.

“Ya kita kan sama saja kayak dangdut keliling ya. Kan dia pakai rok mini, terus menor, terus bawa gerobak dangdut, ya itu aku,” kata Pinkan saat ditemui di lokasi siaran, Rabu (1/4/2026).

Hasilnya tidak main-main. Dalam satu sesi live yang berlangsung dari pukul 11.30 hingga pukul 15.00, Pinkan mengumpulkan pendapatan Rp26 juta.

“Hari ini sudah Rp26 juta. Dari jam 11.30 sampai jam 3 sore,” bebernya.

Tapi angka itu bukan jaminan harian. Pinkan mengakui penghasilan dari live TikTok sangat bergantung pada ada atau tidaknya penonton yang melempar saweran besar. Tanpa itu, berapapun tenaga yang dikeluarkan, hasilnya bisa jatuh drastis.

“Tergantung, kalau ada yang ngasih saweran gede gitu, kita sampai magrib. Tapi kalau misalnya sawerannya cuma… kadang sudah nyanyi sampai gempor juga cuma dapat Rp2 juta. Tapi kalau sudah Rp2 juta, sejuta tuh sudah nangis lumayan sih,” tuturnya.

Yang membuat praktik ini menarik diperhatikan bukan sekadar angkanya. Pinkan menjalankan seluruh operasional seorang diri, tanpa kru, tanpa manajer, tanpa operator kamera.

“Jadi aku sambil dancer, penyanyi, marketing, promosi, aku juga DJ karena aku yang nge-play music,” pungkasnya.

Apa yang dilakukan Pinkan Mambo sebetulnya bukan fenomena tunggal. Ia hanya salah satu dari banyak nama lama yang menemukan ulang audiens lewat algoritma TikTok, dengan harga panggung yang ditukar langsung dengan koin virtual dari penonton di seluruh Indonesia. Ironi kecilnya, jalanan Sepatan kini bisa menghasilkan lebih dari banyak panggung konser yang pernah ada.