TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

OPEC+ Tunda Naikkan Produksi Minyak hingga Maret di Tengah Ketegangan AS-Iran

Poin Penting (3)
  • Delapan negara OPEC+ sepakat menunda kenaikan produksi minyak hingga Maret 2026 meski harga sudah level tertinggi enam bulan
  • Keputusan diambil di tengah ketegangan AS-Iran dan konsumsi minyak yang melemah secara musiman
  • Trump pertimbangkan opsi serangan terbatas ke Iran untuk menekan pendapatan minyak negara tersebut

Resolusi.co, Jakarta – Delapan negara anggota OPEC+ sepakat menunda rencana kenaikan produksi minyak hingga Maret. Keputusan ini diambil meski harga minyak mentah dunia sudah menyentuh level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Kesepakatan prinsip itu dicapai dalam pertemuan yang digelar Minggu waktu setempat. Arab Saudi, Rusia, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, Kuwait, Irak, Aljazair, dan Oman menjadi negara yang terlibat dalam keputusan tersebut.

Pertemuan berlangsung di tengah ketegangan geopolitik yang memanas. Pasar khawatir Amerika Serikat berpotensi melancarkan serangan militer terhadap Iran, yang juga merupakan anggota OPEC.

Harga minyak Brent ditutup mendekati USD 70 per barel pada Jumat. Angka itu tidak jauh dari level tertinggi enam bulan di USD 71,89 yang tercapai sehari sebelumnya.

Delapan negara produsen itu sebelumnya telah menaikkan kuota produksi sekitar 2,9 juta barel per hari dari April hingga Desember 2025. Kenaikan itu setara sekitar 3 persen dari total permintaan minyak global.

Namun rencana kenaikan lanjutan untuk Januari hingga Maret 2026 dibekukan. Alasannya, konsumsi minyak cenderung melemah secara musiman.

Harga minyak sempat melemah pada Jumat di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Minyak mentah Brent ditutup di level USD 70,69 per barel, turun tipis 2 sen atau 0,03 persen. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup melemah 21 sen atau 0,32 persen ke level USD 65,21 per barel.

Pertemuan delapan negara OPEC+ dimulai pukul 14.00 GMT pada Minggu. Sumber menyebutkan pertemuan ini tidak diperkirakan menghasilkan keputusan kebijakan produksi di luar periode Maret.

OPEC+ merupakan gabungan negara OPEC bersama Rusia dan sekutu lainnya. Organisasi ini secara kolektif memproduksi sekitar separuh pasokan minyak dunia.

Panel terpisah OPEC+ yang dikenal sebagai Joint Ministerial Monitoring Committee juga dijadwalkan menggelar pertemuan setelah agenda delapan negara tersebut selesai. Namun JMMC tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan terkait kebijakan produksi.

Dalam pertemuan JMMC, panel tersebut akan menekankan pentingnya kepatuhan penuh terhadap kesepakatan produksi OPEC+. Hal ini tertuang dalam draf pernyataan terpisah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan sejumlah opsi terhadap Iran. Termasuk kemungkinan serangan terbatas yang menargetkan pasukan keamanan dan para pemimpin negara tersebut.

Langkah itu disebut bertujuan mendorong aksi protes di dalam negeri Iran.

Washington sebelumnya telah menjatuhkan sanksi luas terhadap Teheran guna menekan pendapatan minyak Iran yang menjadi sumber utama pembiayaan negara. Meski demikian, baik AS maupun Iran telah memberi sinyal kesiapan untuk berdialog.

Iran menegaskan kemampuan pertahanannya tidak boleh menjadi bagian dari pembicaraan.

Harga minyak juga mendapat dukungan dari gangguan pasokan di Kazakhstan. Sektor minyak negara itu mengalami sejumlah hambatan dalam beberapa bulan terakhir. Kazakhstan menyatakan tengah memulai kembali produksi ladang minyak raksasa Tengiz secara bertahap.

Penguatan harga terjadi meski muncul spekulasi potensi kelebihan pasokan minyak global pada 2026 yang berpotensi menekan harga.

Delapan negara OPEC+ dijadwalkan kembali bertemu pada 1 Maret. Sementara JMMC akan menggelar pertemuan berikutnya pada 5 April.