Pagar Sekolah Roboh dan Pohon Tumbang di Bogor, BPBD Ingatkan Ancaman Pergeseran Tanah

- Pagar SMPN 2 Babakanmadang roboh sepanjang 24 meter akibat hujan deras dan pergerakan tanah, menimpa satu mobil milik warga.
- Pohon tumbang dan luapan sungai merusak sejumlah rumah di beberapa kampung di Desa Cijayanti dan Bojongkoneng, termasuk lima rumah di Kampung Garangsang dan dua rumah yang dindingnya jebol di Cicerewed.
- BPBD Bogor mengingatkan bahaya pergeseran tanah, sementara perbaikan rumah dan pembersihan puing masih menunggu penanganan lanjutan dari dinas terkait.
, Jakarta –Hujan deras yang mengguyur wilayah Babakanmadang, Kabupaten Bogor, memicu sejumlah insiden yang meresahkan warga. Pagar sekolah ambruk menimpa mobil, rumah-rumah rusak diterjang pohon tumbang, hingga luapan sungai menjebol dinding hunian warga.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Handani, menyampaikan bencana tersebar di lima kampung di Desa Cijayanti dan Bojongkoneng. Salah satu yang paling terdampak terjadi di Kampung Tapos, Desa Bojongkoneng, ketika pagar SMPN 2 Babakanmadang roboh dihantam hujan dan pergerakan tanah.
“Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan tembok pembatas SMPN 2 Babakanmadang setinggi 3 meter dan panjang 24 meter ambruk,” ujar Adam dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/12).
Akibat runtuhan tembok tersebut, satu unit mobil milik warga bernama Endang rusak tertimpa puing bangunan. Hingga kini, puing pagar belum dibersihkan lantaran BPBD dan pihak sekolah masih berkoordinasi terkait langkah penanganan.
Adam menegaskan kondisi kontur tanah di kawasan tersebut memang labil dan rawan longsor apabila hujan berintensitas tinggi kembali terjadi. “Lokasi sangat rentan pergeseran tanah. Penanganan lanjutan perlu segera dilakukan,” katanya.
Bencana tidak berhenti di situ. Hujan deras disertai angin kencang juga memicu pohon tumbang yang merusak sejumlah rumah warga. Kerusakan tercatat di Kampung Tapos (1 rumah rusak ringan), Kampung Sudi (1 rumah), serta Kampung Garangsang (5 rumah). Sebagian mengalami kerusakan pada atap dan plafon. Jaringan listrik pun ikut padam, dengan pihak PLN masih menelusuri penyebabnya.
Di Kampung Cicerewed, Desa Cijayanti, luapan Kali Cicered menghantam dua rumah hingga dinding bagian kamar dan ruang tamu jebol. Sementara itu, 75 rumah lainnya ikut terdampak banjir lumpur.
“Material lumpur sebagian telah dibersihkan. Namun rumah-rumah yang rusak belum diperbaiki dan membutuhkan penanganan lebih lanjut dari dinas terkait,” terang Adam.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem dan kondisi tanah labil berpotensi memicu bencana susulan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: