TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

PKB dan PAN Lantang Dukung Prabowo Dua Periode, Ini Analisis Kepentingan Politik di Baliknya

Poin Penting (3)
  • PKB dan PAN lantang menyuarakan dukungan agar Prabowo Subianto memimpin dua periode meski pemerintahannya baru berjalan satu tahun, sementara Partai Golkar masih bersikap hati-hati dengan menegaskan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sampai selesai.
  • Analis politik menilai dukungan dini tersebut sebagai strategi mengamankan posisi di kabinet dan meningkatkan posisi tawar menjelang Pilpres 2029, terutama untuk kursi cawapres yang kini dipegang Gibran Rakabuming Raka.
  • Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo mencapai 79,9 persen, angka tertinggi dibandingkan dua presiden sebelumnya, menjadi modal politik bagi wacana Prabowo dua periode.

Resolusi.co, JAKARTA – Tahun 2026 dimulai dengan dengungan dukungan dari sejumlah partai politik agar Prabowo Subianto melanjutkan kepemimpinan sebagai Presiden untuk periode kedua. Padahal pemerintahan yang dipimpin Prabowo baru genap berjalan satu tahun.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tak ragu menyebut Prabowo layak meneruskan pemerintahannya untuk periode kedua.

“Kita pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periode lah,” kata Cak Imin usai bersama jajaran pengurus partai bertemu Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026).

PKB bukan satu-satunya partai yang lantang menyatakan dukungan. Partai Amanat Nasional juga tak mau kalah.

Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menegaskan partainya siap mendukung lagi Prabowo menjadi calon presiden di Pilpres 2029. Menurutnya, hal itu sudah menjadi pilihan natural.

PAN bahkan sesumbar bukan cuma sekali mendukung Prabowo sebagai calon presiden, tapi hattrick tiga kali berturut-turut.

“Ini bukan pilihan, tetapi tidak ada opsi lain bagi kita untuk tetap berada di jalur mendukung Bapak Presiden. Baik sekarang dalam pemerintahannya maupun yang akan datang dalam Pilpres 2029,” kata Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Partai Golkar tampaknya masih main aman dalam urusan tersebut. Ketua Umum Bahlil Lahadalia menegaskan maklumat hasil Musyawarah Nasional partainya, yakni mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sampai selesai.

“Golkar sebagai partai politik yang mengusung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Mas Gibran, konsekuensi dari partai yang telah mengusung adalah harus mendukung sampai selesai,” kata Bahlil di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/2/2026).

Beberapa partai juga sudah bersuara merespons wacana Prabowo dua periode. Hanya saja, baru PKB dan PAN yang lantang menggaungkan dukungannya.

Ada setidaknya dua sudut pandang politik di balik suara lantang partai-partai tersebut. Hal itu sebagaimana dibaca oleh analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago.

Pertama, suara dukungan dua periode bisa dibaca sebagai langkah mengamankan posisi di dalam kabinet pemerintahan saat ini.

“Tentu bagi partai politik koalisi pemerintah memiliki kepentingan. Yang pertama, mereka tentu ingin mengamankan posisi politik mereka di kabinet,” kata Arifki.

Bagi PKB atau PAN, mereka tentu ingin mempertahankan jatah kursi di kabinet tetap aman hingga 2029.

“Karena secara tidak langsung kita tentu membaca bagaimana potensi politik yang juga dilihat oleh partai-partai lain seperti PDIP, NasDem, dan lainnya yang juga akan mengincar posisi politik yang dimiliki oleh partai-partai ini,” katanya.

Arifki juga membaca partai-partai seperti PKB hingga PAN yang sudah terang-terangan menyampaikan dukungan Prabowo dua periode, tak lain juga sebagai ajang memanaskan posisi tawar untuk Pilpres 2029 nanti.

Bagi Arifki, PKB dan PAN tentu punya kepentingan untuk 2029. Terlebih berharap bisa mengisi kursi calon wakil presiden, menggeser Gibran Rakabuming Raka yang sebelumnya mendampingi Prabowo di Pilpres 2024.

“Ini juga bargaining bagi partai mereka untuk bisa dilirik di Pilpres 2029. Salah satunya PKB dan PAN tentu berkepentingan untuk mengamankan kursi cawapres yang hari ini dipegang oleh Mas Gibran,” katanya.

Arifki meyakini baik Cak Imin maupun Zulkifli Hasan sebagai pucuk pimpinan masing-masing partai memiliki niat bertarung untuk mengisi kursi cawapres apabila Prabowo maju sebagai capres lagi di 2029.

Di tengah riuh dorongan agar Prabowo menjabat dua periode, hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menyatakan Prabowo mendapatkan tingkat kepuasan sebesar 79,9 persen atas kinerjanya memimpin pemerintahan.

Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebut angka tersebut sebagai yang tertinggi untuk ukuran kepuasan kinerja terhadap presiden.

Burhanuddin mengatakan tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo lebih tinggi dibandingkan dua presiden sebelumnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menilai wajar jika Prabowo kini didorong memimpin pemerintahan untuk periode kedua. Pasalnya, jika berkaca dari approval rating tersebut, angkanya cukup tinggi dan bisa menjadi modal.

Meski angka kepuasan terhadap Prabowo tergolong sangat tinggi, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pemerintah tidak akan berpuas diri.

Ia justru menyoroti adanya 17,1 persen masyarakat yang merasa kurang puas dan 2,2 persen yang menyatakan tidak puas sama sekali sebagai bahan evaluasi penting.

“Approval rating itu kita anggap sebagai sebuah masukan, juga sebuah evaluasi, dan bahan introspeksi,” kata Dasco.

Kemudian muncul juga pertanyaan, bagaimana nasib Gibran di tengah dengungan Prabowo dua periode? Dari partai-partai tersebut tak ada yang secara sepaket menyertakan Gibran dalam dukungan.

Arifki memberikan analisisnya soal nasib Gibran ke depan, terutama untuk 2029. Di tengah dukungan Prabowo dua periode, Gibran dinilai masih realistis maju sebagai cawapres kembali di 2029.

Pilihan tersebut dinilai paling masuk akal ketimbang dirinya maju menjadi capres atau bahkan menjadi kompetitor Prabowo itu sendiri.

“Ini tantangan yang akan dimiliki oleh Mas Gibran. Makanya pilihan yang paling realistis hari ini untuk Mas Gibran adalah jadi cawapres Pak Prabowo. Itu yang paling konkret,” kata Arifki.