Raffi Ahmad dan Ajik Krisna Investasi Kampung UMKM di Buleleng, Bali Utara

- Investasi Kampung UMKM 10 Hektar: Raffi Ahmad dan Ajik Krisna berkolaborasi membangun kampung UMKM seluas 10 hektar di Desa Dencarik, Buleleng, Bali Utara, dengan tujuan memajukan pariwisata kawasan tersebut yang tidak jauh dari toko oleh-oleh Krisna di Lovina.
- Polemik Alih Fungsi Lahan: Proyek ini menuai pro-kontra di media sosial, dengan kekhawatiran terhadap alih fungsi lahan yang berpotensi meningkatkan risiko banjir seperti yang terjadi baru-baru ini di Bali, meski ada juga dukungan karena proyeksi pembukaan lapangan kerja.
- Potensi Ekonomi Buleleng: Sebagai kabupaten terluas di Bali dengan topografi pesisir dan perbukitan, Buleleng memiliki potensi besar dengan produk unggulan seperti cengkeh, kopi, anggur, dan benur yang diekspor ke luar negeri.
, BALI – Artis Raffi Ahmad dan pengusaha oleh-oleh Bali, Ajik Krisna, dikabarkan akan berinvestasi besar-besaran di Kabupaten Buleleng, Bali Utara. Proyek yang direncanakan berada di Desa Dencarik, Kecamatan Banjar.
Berdasarkan video yang diunggah akun TikTok @KrisnaOlehOlehBali, kedua pengusaha tersebut akan membangun kampung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di atas lahan seluas 10 hektar. Lokasinya tidak jauh dari toko oleh-oleh Krisna di kawasan Lovina.
Raffi Ahmad langsung datang ke Bali untuk meninjau langsung lokasi investasi tersebut. Ia tiba menggunakan jet pribadi dan dijemput langsung oleh Ajik Krisna di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Dari bandara, keduanya melanjutkan perjalanan ke Buleleng menggunakan helikopter.
Ajik Krisna menjelaskan bahwa pembangunan kampung UMKM ini bertujuan memajukan pariwisata Buleleng.
“Jemput Raffi di Bandara, habis ini ke Singaraja (Buleleng) untuk mengecek lahan kampung UMKM,” ucap Ajik Krisna dikutip dari video di TikTok @KrisnaOlehOlehBali.
Raffi Ahmad menyatakan Bali Utara memiliki potensi besar untuk berkembang jika dikelola dengan baik. Utusan khusus Presiden Prabowo Subianto ini mengajak generasi muda bersatu untuk kemajuan kawasan tersebut.
“Cerita Bali tidak akan pernah habisnya …. Bali bukan hanya satu titik. Bali itu luas dan Bali Utara menyimpan harapan besar untuk masa depan. Saat generasi muda bersatu, bergerak, dan saling menguatkan, bukan cuma Bali Utara. Banyak titik seluruh wilayah/daerah Indonesia yang punya potensi akan ikut maju. Semangat membangun Bangsa dengan kebersamaan. Jika kita tumbuh bersama, kita kuat bersama,” bunyi unggahan di akun Instagram @Raffinagita1717.
Rencana investasi tersebut menimbulkan polemik di kalangan warganet Bali. Banyak pengguna media sosial yang mengkhawatirkan alih fungsi lahan di lokasi proyek akan berdampak negatif.
Kekhawatiran ini muncul setelah Bali beberapa waktu lalu dilanda banjir akibat maraknya alih fungsi lahan di Daerah Aliran Sungai dan kawasan perbukitan yang seharusnya tetap hijau. Perubahan fungsi lahan dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya intensitas banjir di sejumlah wilayah Bali.
Di sisi lain, tidak sedikit warganet yang memberikan dukungan terhadap investasi tersebut. Mereka menilai proyek ini akan membuka lapangan kerja bagi warga Bali, khususnya masyarakat Kabupaten Buleleng.
Kabupaten Buleleng merupakan kabupaten terluas di Bali dengan letak geografis di pesisir Bali Utara. Topografi wilayahnya terdiri dari kawasan pesisir dan perbukitan yang menyajikan pemandangan indah dan potensi besar untuk dikembangkan.
Selama ini Buleleng dikenal sebagai daerah penghasil cengkeh, kopi, anggur, hingga benur yang banyak diekspor ke luar negeri. Wilayah ini memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda dengan kawasan Bali Selatan yang lebih didominasi oleh pariwisata.
Meski demikian, pembangunan proyek UMKM skala besar di kawasan tersebut tetap memerlukan perhatian khusus terkait dampak lingkungan dan tata ruang wilayah. Pemerintah daerah diharapkan melakukan kajian mendalam sebelum memberikan izin pembangunan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: